​Setelah Melalui Sidang Yang Cukup Alot, Dari 6 Raperda, Hanya 4 Disepakati

    PANGKALAN BUN – Setelah melalui sidang yang cukup alot antara eksekutif dan dewan. Akhirnya dari 6 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan, hanya 4 Raperda yang disepakti dan disyahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Sedangkan dua Raperda lagi akan digodok kembali.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua 1 Rusdi Gazali dan Mulyadin Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kobar, usai memimpin Rapat Paripurna Ke – 5, Masa Sidang Ke II, yang diikuti 6 Praksi DPRD Kabupaten Kobar, bersama eksekutif diwakili Bharudin, mewakili Bupati Kobar, Kamis (13/7/2017) kepada beritasampit.co.id.

    Dalam rapat tersebut ke 6 Fraksi, menyampaikan pandangan akhir tentang enam buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Kobar tahun 2016.

    Dan dalam rapat paripurna itu yang dipimpin Wakil Ketua I Rusdi Gazali dan Wakil Ketua II Mulyadin serta asisten III Bahrudin mewakili Bupati Kobar, disepakati hanya empat Ranperda yang disepakati disahkan menjadi Peraturan Daerah, sedangkan dua Ranperda lagi akan digodok kembali.

    Menurut Wakil Ketua I Rusdi Gazali usai memimpin rapat paripurna mengatakan keempat Ranperda yang telah disepakati dan telah disahkan menjadi Perda Kobar yakni Ranperda Tentang perubahan atas Perda Kabupaten Kobar No 13 tahun 2013 tentang retribusi usaha perikanan, Ranperda tentang pengelolaan aset Desa, Ranperda tentang Kabupaten layak anak dan Ranperda tentang perlindungan pasar dan pedagang tradisional.

    Sedangkan dua Raperda yang masih harus digodok lebih dalam menurut Rusdi Gazali yakni Ranperda tentang rencana induk kepariwisataan dan Ranperda tentang lahan pangan berkelanjutan.

    “Kami sangat bersyukur setelah melalui perdebatan yang cukup alot dalam rapat gabungan pihak eksekutif dan legislatif dalam membahas enam Ranperda itu, akhirnya baru diselesaikan dan disahkan sebanyak empat Ranperda,” kata Rusdi Gazali.

    Menurutnya dari keempat Ranperda yang disahkan menjadi Perda Kabupaten Kobar tiga diantaranya merupakan Ranperda inisiatif yang diusulkan DPRD Kobar dan satu Ranperda usulkan Eksekutif.

    Diapun menjelaskan pihak DPRD Kobar menyampaikan empat Ranperda tetapi baru tiga Ranperda yang baru disahkan, sedangkan Ranperda tentang lahan pangan berkelanjutan yang menjadi Ranperda inisiatif DPRD Kobar masih ditunda pengesahannya.

    Rusdi pun mengatakan Ranperda yang diusulkan Eksekutif sebanyak dua Ranperda hanya satu yang disepakati untuk disahkan menjadi Perda yakni Ranperda tentang perubahan Perda No 13 tahun 2013 tentang ijin usaha perikanan. Untuk Ranperda yang diusulkan Eksekutif tentang Ranperda Rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah masih ditunda pengesahannya dan akan kembali dibahas lebih dalam.

    “Untuk pembahasan masalah LKPJ Bupati tahun 2016 semua Fraksi Fraksi dapat menerima, meski dalam rapat perubahan ada beberapa catatan yang disampaikan atas LKPJ tersebut”,beber Rusdi Gazali.

    (man/beritasampit.co.id)