​Tindakan Satpol PP Bukan OTT dan Bisa Merusak Citra Tim Saber Pungli

    SAMPIT – Ramainya perbincangan Minggu-minggu ini soal penangkapan kepada ketiga pegawai Puskesmas Ketapang I yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotawaringin Timur (Kotim), dengan mengatas namakan tim saber pungli mulai terjawab.

    Kasat Reskrim Polres, AKP Samsul Bahri, SE. SIK mengatakan bahwa apa yang dilakukan Satpol PP terkait penangkapan bukanlah hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan dijelaskan bahwa yang boleh mengeledah menyita dan menangkap hanyalah Jaksa dan Polisi.

    “Walau pun dia (Satpol PP/red) Tim Saber pungli jika tidak didampingi Jaksa atau Polisi akan Cacat Hukum. Jika kami melanjutkan apa yang dilakukan Satpol PP bisa dituntut Praperadilan karena dianggan tidakkan awal kami cacat hukum jika kami ikuti Satpol PP dan Tim Saber pungli. Makanya kami bilang itu bukan hasil OTT terkait penyelidikan kami saat ini adalah hasil dari pemotongan Insentif Puskesmas Ketapang I bukan OTT,” ujar Samsul Bahri, kepada beritasampit.co.id, Kamis (13/7/2017).

    Kejadian OTT Satpol PP, Rabu (5/7/2017) lalu, awal bermula dari masuknya petinggi Satpol PP kedalam Puskesmas Ketapang I yang dimana pertama kali dia menemui istrinya yang kebetulan bertugas ditempat tersebut dan menanyakan yang mana orangnya kepada istrinya.

    Kemudian petinggi Satpol PP bersama istrinya tersebut menunjuk-nunjuk temannya yang tersebut karena Petinggi Satpol PP juga tidak mengetahui ketiga orang tersebut. Sontak kejadian tersebut mengagetkan pegawai yang ada pada saat itu.

    Lalu setelah ketemu bendaharawan, petinggi Satpol PP memerintahkan untuk anggotanya yang diperkirakan ada berjumlah 10 orang lebih tersebut untuk menutup semua pintu, dan mengeledah ruangan tempat ketiga orang tersebut dan menemukan sejumlah uang dan buku-buku.

    Setelah menemukan barang bukti kedua terduga langsung dibawa menggunakan mobil Satpol PP untuk dibawa markas Satpol PP untuk diperiksa. Dari informasi yang didapat untuk diketahui pada saat kedua orang tersebut diperiksa di markas Satpol PP tidak ada menunjukan surat tugas dan tidak ada menunjukan berita acara.

    Kini permasalahan ini menjadi perhatian seluruh masyarakat terkait bagaimana perkembangan dan hasil dari pihak kepolisian terkait apakah unsur tersebut dikatakan pungli atau tidak.

    (bnr/beritasampit.co.id)