​Untuk Mengawasi Proyek Pedesaan, Libatkan Karang Taruna Sebagai Wakil Rakyat Desa

    PANGKALAN BUN – Untuk mengawasi pekerjaan proyek dipelosok desa, agar konon kualitasnya bisa terjamin dan tembus menyentuh masyarakat. Libatkan Karang Taruna Desa. Kalau, pihak eksekutif dan legislatif, yang sejak dulu terus-terusan menghimba kepada masyarakat.

    “Masyarakat yang mana, mau datang kelokasi pekerjaan baik secara individu/perorangan maupun kelompok. Percayakan kepada para pemuda desanya dalam wadah Karang Taruna Desa,” kata Deny Armada, salah seorang pengamat pembangunan di Pangkalan Bun, saat dibincangi beritasampit.co.id, Kamis (29/7/2017).

    Menurut Deny Armada, yang mengutip salah satu kalimat pidato Presiden Jokowi, antara lain,” Saat ini, semua pembangunan harus merata masuk perdesaan.”Nah,seruan Pak Presiden Jokowi itu kan, kalau dijabarkan artinya cukup panjang,antara lain, pula bisa ditindak lanjuti oleh para pimpinan daerah (DPRD/Gubernur/Bupati/Kota), untuk sama-sama melaksanakan proyek sebaik-baiknya.

    Sekarang ini jaman sudah serba canggih, serba cepat, rakyat dan pemerintah menerimaberbagai informasi. Masa, urusan proyek saja harus diawasi rakyat. Harusnya oleh pemerintah, dengan cara peningkatkan pengawasan secara transfaran dan professional, misal dengan mengeluarkan peraturan daerah (perda), tentang pembentukan.

    “Pengawasan proyek” bisa ditangani Karang Taruna di masing-masing desa. Tapi calon anggota warga Karang Taruna Desanya, harus benar-benar, memiliki tanggungjawab, jujur dan tidak mudah ‘disuap’.

    “Saya angkat jempol ke pihak terkait eksekutif dan legislatif di Kabupaten Kobar, yang sejak dulu menghimbau kepada masyarakat untuk aktif mengawas proyek,” ungkapnya. Dalam pelaksanaannya, sampai sekarang saya rasa, tidak ada masyarakat yang rame-rame atau secara indiviu/pribadi mengawasi proyek.

    “Justru yang harus mengawasi secara rutin,bukan masyarakat tapi pihak dinas terkait yang memiliki proyek, seperti dinas PUPR didampingi instansi terkait sebagai titik akhir hasil pengawasan proyek. Mereka-mereka itu jarang datang ke lokasi,hanya menunggu laporan rekanan diatas meja dikantornya,” aku Deny Armada.

    Armada, yang dulu pernah jadi salah satu rekanan, lantaran jadi rekanan katanya banyak pusing harus rebutan proyek, akhirnya sekarang banting stir menjadi usaha dagang.

    “Saya dulu sering mengerjakan proyek di pelosok desa, tidak ada warga yang ngadon datang mengawasi proyek. Malah, pernah sejumlah perlatan proyek karena tidak ada yang jaga hilang. Tapi kalau ada Karang Taruna Desa yang dilibatkan, selain mengawasi proyek juga bisa diperbantukan menjaga barang proyek milik rekanan,” beber Deny Armda.

    (man/beritasampit.co.id)