​Ketua DPRD Kurang Dukung Pelaksanaan Full Day School di Kotim

    SAMPIT – Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) yang memprogramkan full day Scholl dengan menjalani sistem pendidikan 5 hari dan 8 jam belajar perharinya membuat Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Jhon Krisli angkat bicara.

    Jhon, mengatakan bahwa sistem tersebut tidak bisa dilaksanakan di sekolah seluruh Indonesia, terutama di Kotim. Sebab menurut politisi Partai PDIP ini, kebijakan tersebut akan mengorbankan murid, apa lagi dengan sistem jam belajar terlalu lama.

    “Saya merasa program ini tidak efektif apalagi diterapkan disekolah yang berada di Kabupaten Kotim, yang terbilang fasilitasnya masih minim,” ujar Jhon, Sabtu (29/7/2017). Selain menyinggung fasilitas yang kurang mendukung di Kotim, Jhon juga mengatakan bahwa denga sistem full day School hanya akan membuat siswa pada stres dan bosan.

    “Karena dengan waktu yang lama, apa lagi kurang didukung fasilitas kemungkinan hanya akan membuat siswa pada bosan,” jelasnya. Memang kebijakan Kemendikbud yang memprogramkan full day School banyak ditentang beberapa pihak baik di pusat maupun didaeraah-daerah di Indonesia.

    (fzl/beritasampit.co.id)