DPRD Seruyan Berharap Diskominfo Dapat Mengantisipasi Berita Hoax

    KUALA PEMBUANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan mengharapkan kepada pihak Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Seruyan, agar bisa menyiapkan berbagai strategi guna mengantisipasi berita hoax (bohong).

    Selain itu terkait ujaran kebencian, yang kemungkinan marak beredar menjelang Pilkada serentak 2018 nanti. Hal ini diungkapkan, anggota DPRD Seruyan, Arbain Sekretaris Komisi A, kepada wartawan, di Kuala Pembuang, (19/11/2017).

    Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, antisipasi berita hoax maupun ujaran kebencian ini sangat penting sekali untuk dipersiapkan.

    Apalagi tahapan-tahapan Pilkada 2018 sudah dimulai khususnya pendaftaran calon yang akan dimulai awal Januari mendatang. Maka hendaknya Pemkab Seruyan, melalui instansi terkait agar bisa mempersiapkan berbagai macam strateginya dalam mengantisipasi timbulnya hal tersebut.

    “Sekarang ini medial sosial atau medsos sudah menjadi wadah untuk berbagi informasi maupun keperluan lainnya, sehingga apabila ada berita-berita yang bohong akan sangat mudah menyebar dan diketahui halayak ramai,” terangnya.

    Untuk itu lanjut anggota dewan dari Dapil II ini, hendaknya pihak terkait bisa memantau dan selalu waspada terhadap adanya penyebaran berita hoax maupun ujaran kebencian yang dengan sengaja disebarkan di Medsos.

    Sehingga, apabila ditemukan atau dijumpai adanya berita hoax maupun ujaran kebencian, hendaknya segera ditindak tegas. Karena, hal itu akan berdampak negatif terhadap publik ataupun masyarakat, dan juga terhadap person yang disudutkan atau diberitakan.

    “Nantinya, bisa menimbulkan fitnah dan apabila berkaitan dengan seseorang maka hal ini bisa menghancurkan kredebilitasnya”, katanya.

    Meskipun ujarnya, persoalan penggunaan medsos tergantung kepada pemiliknya, yangmana meskipun seseorang memiliki atau mempunyai hak dalam menyampaikan pendapat terutama melalui medsos, namun bukan berarti tidak ada batasan ketentuannya.

    Tetapi diharapkan, hendaknya dalam menyampaikan pendapat agar tidak menyudutkan atau menyampaikan berita-berita bohong yang dapat meracuni pemikiran pembacanya.

    Yangmana, pada akhirnya hal itu bisa merusak karier seseorang atau nama baik seseorang, apalagi yang berhubungan dengan Pilkada.

    “Kami sarankan kepada luruh pengguna medsos, khususnya warga di Kabupaten Seruyan, sebentar lagi kita akan melaksanakan Pilkada 2018. Maka diharapkan agar tidak menyebarkan berita hoax maupun ujaran kebencian. Jika ditemukan konten yang mengarah kepada hal itu maka hendaknya segera melaporkannya kepada pihak berwenang”, tegasnya.

    (sti/beritasampit.co.id)