Supriadi : Biar Ada Efek Jera, Penjarakan Bos Miras

    Editor: A. Uga Gara

    SAMPIT- Wakil Ketua DPRD Kotim, Supriadi MT bersuara keras. Politisi Partai Golkar ini mendesak aparat penagk hukum memenjarakan para penjual minuman keras (Miras) secara illegal.

    “Jangan hanya tindak pidana ringan saja. Agar ada efek jera, proses secara hukum juga si pelaku, kapan perlu penjarakan. Kami di DPRD sendiri sedang gencar- gencarnya membahas Perda Miras ini,” tegas Supriadi, Minggu (14/1/2018).

    Sikap tegas Supriadi tersebut menanggapi keberhasilan Tim Gabuang dari Satpol PP, Polri dan TNI membongkar toko penjual Miras secara illegal di wilayah Kecamatan Baamang, Kotim baru-baru ini.

    Dari TKP di amankan sedikitnya, 13 botol bir, 10 botol lonang ukuran 600 mili liter dan 1 botol lonang ukuran 1,5 liter dari tangan pelaku yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh jajaran Polres Kotim tersebut.

    Dia juga menambahkan, meskipun saat ini penjual miras ditetapkan jadi tersangka dan sudah masuk dalam proses penyidikan. Namun menurut dia, jika mengikuti aturan, kasus ini memang masuk tindak pidana ringan (Tipiring).

    “Jaksa dan hakim dapat memberi hukuman denda atau kurungan yang maksimal. Kita juga meminta agar instansi terkait juga tidak lupa untuk berkoordinasi, apalagi itu hasil razia gabungan,” tukasnya.

    Supriadi juga meminta, agar pihak aparat terus mencari dan menangkap para pelaku penjualan miras berkedok berjualan pernak-pernik dan sebagainya di wilayah Kecamatan Ketapang, maupun Baamang.

    (drm/beritasampit.co.id)