Hati-hati Gunakan Medsos Kalau Tidak Mau Dipidana

    KUALA PEMBUANG – Tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) mulai berlangsung. Media sosial (medsos) pun mulai dimanfaatkan pada momentum pesta demokrasi ini untuk memperkeruh suasana dengan topeng mengutarakan kritik.

    Menanggapi hal ini, Kapolres Seruyan AKBP Nandang Mu’min Wijaya SIK MH, meminta masyarakat harus lebih berhati-hati dalam membuat status di medsos. Karena apabila status atau statement yang dibuat masyarakat tersebut merugikan orang lain, maka sang pembuat status tersebut bisa dipidana.

    “Kita ada tim satgas media yang menangani kejahatan di media sosial, dan apabila ada akun-akun yang menyerang seseorang baik paslon atau yang lainnya dengan cara hoax, fitnah dan ujaran kebencian tentu semua itu ada aturan dan sanksinya yang di atur dalam UU ITE,” terang Kapolres Seruyan itu, saat di konfirmasi di Mapolres Seruyan, Senin (15/1/2018).

    Ditambahkannya, apabila tim satgas menemukan indikasi pelanggaran pada media sosial yang bisa menyebabkan menjatuhkan martabat ataupun kehormatan orang lain maka pelaku akan segera di tindak.

    “Nanti kita ada tim yang akan menganalisa apakah postingan dari sebuah akun itu memenuhi unsur penyalahgunaan yang membuat situasi menjadi keruh terutama pada saat Pilkada ini dan apalagi nanti ada korban yang melapor pasti kita tindak,” ucapnya 

    Ia mengatakan, sementara ini sifat dari satgas cyber crime ini masih pada pengawasan, namun apabila memang ada hal yang memang sifatnya memprovokasi maka akan dilakukan pemanggilan.

    “Jadi kita menghimbau bagi masyarakat Seruyan khususnya netizen yang mengetahui adanya ujaran kebencian hoax atau kampanye hitam yang ada di media sosial ataupun website agar segera melaporkan ke pihak kepolisian,” ujarnya

    Ia menegaskan kepada masyarakat agar jangan sembarang membuat statement, terutama disaat seperti ini jangan sampai membuat statement yang menjatuhkan, memfitnah ataupun membuat berita hoax karena saat ini sudah ada aturan yang ancamannya hingga enam tahun penjara.

    “Jadi bijak lah menggunakan media sosial, kalo tidak di dukung fakta lebih baik tidak usah dari pada nantinya menjadi fitnah dan anda bisa masuk dalam jeriji besi,” tegasnya. (rdi/beritasampit.co.id)