GUNAKAN SEGALA CARA BERPERANG MELAWAN NARKOBA

    Oleh: Dr. H. Rahmat Nasution Hamka, M.Si

    MASALAH narkoba tidak ada habisnya. Berbagai upaya terus dilakukan agar peredaran narkoba di Indonesia dapat ditekan.

    Agar hal itu terwujud, sudah barang tentu upaya pemberantasan narkoba harus terus ditingkatkan, harus ada terobosan agar ada upaya percepatan dalam penanganannya.

    Tentunya juga harus ada keterlibatan masyarakat secara luas yang tidak bisa hanya mengandalkan aparat terkait.

    Selain penegakan hukum, juga harus ada efek jera dalam menunjukkan keseriusan terhadap pelaksanaannya. Maka, hukuman mati atau yang paling berat dan maksimal harus diterapkan.

    Jangan ada toleransi bagi pengedar dan bandar. Jika dilakukan berulang-ulang hukum mati saja. Begitu juga kalau ada aparatur yang terlibat dalam sindikat narkoba, maka harus ada sanksi sangat berat.

    Bahkan kalau bisa dua kali lipat dari masyarakat biasa. Kareba mereka aparatur yang menyalahgunakan kewenangannnya.
    Tidak cukup sampai disitu, khusus untuk Kalimantan Tengah (Kalteng) saya sudah pernah diskusi dengan Ketua Dewan Adat Dayak Kalteng.

    Dalam diskusi kami penyalahguna narkoba, dapat diterapkan sanksi sosial melalui hukum adat. Hal itu juga berlaku bagi Pengedar dan bandar melalui hukum adat.

    Ini sebagai bentuk kesungguhan dan kepedulian serta bentuk dukungan masyarakat terhadap pemberantasan narkoba.

    Bentuk sanksi adat dapat berupa misalnya, photo pengedar dan bandar dibuatkan baliho dengan tulisan perusak generasi bangsa dan atau kalau dimungkinkan, diusir dari kampung dan daerah Kalteng, atau rumusan sanksi adat lainnya.

    Upaya pengungkapan kasus narkoba secara terbuka dan tuntas harus jadi ukuran dalam melihat keseriusan aparar penegak hukum dalam perang terhadap narkoba.

    Adanya gerakan masyarakat untuk mengawal hal tersebut saya sangat mendukung sekali. Karena untuk narkoba kita harus nyatakan perang.

    Bila perang, berarti harus sangat diharap dukungan masyarakat secara luas agar kita bisa memenangkan peperangan tersebut dan segera mengakhiri peredaran narkoba khususnya di Kalteng. Masyarakat harus kompak untuk hal tersebut.

    Sekaligus kita sampaikan pesan kepada pengedar juga bandar bahwa tidak ada tempat lagi mereka dan apabila masih ada aparat terkait yang mau main-main dan setengah hati apalagi jadi beking, maka harus ada hukuman lebih berat.

    Kapan perlu jika terbukti ada oknum aparat yang bermain, harus dihukum mati. Karena mereka yang bertugas melindungi masyarakat tapi malah berbuat yang sebaliknya.

    Bahkan ikut terlibat merusak masyarakat. Siapapun tidak ada yang kebal hukum, siapa yang terlibat libas, tanpa pandang bulu.

    (Penulis adalah Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Tengah)