Beginilah Cara Pemilik Counter di Sampit Hindari Tuduhan Sebagai Penadah HP Curian

    SAMPIT-Guna menghindari tuduhan sebagai penadah dan menghindari membeli HP hasil curian atau tindak kejahatan.

    Tukang service dan pedagang Hand Phone (HP) second di Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit, melakukan antisipasi dengan mewajibkan konsumen untuk menunjukkan KTP dan membuat surat pernyataan bermaterai.

    Ketentuan tersebut dibuat oleh persatuan pedagang dan tukang service HP dengan menempelkan pemberitahuan di depan toko mereka.

    “Hal ini kami lakukan karena takut ikut tersangkut dan dituduh sebagai penadah barang-barang curian sehingga terpaksa berurusan dengan polisi. Padahal kami hanya memperbaiki HP dari konsumen,” ujar Jimmy, salah seorang tukang service HP di PPM Sampit, Kamis (18/01/2018).

    Menurut Jimmy, dirinya dan beberapa tukang service maupun padagang merasa resah, terlebih sering aparat keamanan yang datang untuk meminta keterangan tentang HP yang disangkakan sebagai barang curian.

    Padahal mereka hanya membantu menservise atau ada beberapa konsumen yang sengaja menjual karena butuh uang.

    ”Pemberitahuan ini kami tempel di muka untuk diketahui oleh konsumen,” katanya.

    Pantauan Berita Sampit.co.id, didepan beberapa counter dan tempat service HP dikawasan tersebut terdapat tulisan WARNING, TIDAK MELAYANI PHONE LOCK/BUKA KATA SANDI. KETENTUAN SERVICE HARUS MENUNJUKKAN KTP, MEMBUAT PERNYATAAN BERMATERAI.

    “Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kami para pemilik counter akan membuat surat pernyataan kepada masyarakat atau konsumen yang ingin menjual barangnya atau menservice HP miliknya.

    Selanjutnya kami akan membuat asosiasi atau perkumpulan yang diketahui oleh pihak berwajib atau istitusi terkait, guna menghidari permasalahan yang berkaitan dengan hukum” pungkasnya.

    (jun/Berita Sampit).