Kakak Dicekek Petugas, Sidang Layangkan Mandau

    SAMPIT – Tersangka Sidang (30), warga Desa Tumbang Tilap, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditetapkan sebagai tersangka setelah ia mengancam dan melayangkan mandau ke arah karyawan perusahaan PT KMB, Desa Gunung Makmur.

    Kasus tersebut yang terjadi, Sabtu (18/11/2017) lalu sekitar pukul 09.00 WIB, berawal dari korban bernama Rudi Hartono serta Elvyanus Bingan memanen buah kelapa sawit di lahan PT KMB Devisi 3 Blok D01.

    Pada saat Rudi Hartono, Elvyanus, dan karyawan lainnya beraktivitas memanen, datanglah tersangka Sidang. Karena menurut tersangka bahwa lahan seluas 3 hektare itu miliknya, maka dilarangnyalah para korban untuk memanennya.

    “Saya tidak bisa lagi menahan emosi, saya ambil mandau itu bertujuan hanya untuk menakut-nakutinya saja, karena abang saya Alang sempat ditahan petugas keamanan kebun dengan cara di cekek,” kata Sidang, saat tahap II di Kejari Kotim, Kamis (18/1/2018).

    Ketika itu korban Rudi Hartono dan Elvyanus Bingan serta rekan kerjanya melakukan pemanenan di lahan, kemudian datang Sidang, Alang dan rekan-rekan mereka.

    Alang meminta agar pemanenan dihentikan. Kemudian ia mendatangani Elvyanus dan korban mengatakan lahan itu sudah diganti rugi kepada Saal, Piter, dan Anang Kapelius akan tetapi Alang dan Sidang tetap mengklaim lokasi lahan tersebut tidak ada kaitannya dengan Roas, Saal, Piter, Anang Kapelius.

    “Saat itu terjadi keributan di lahan, saya ambil mandau, namun di mana sekarang mandau itu saya tidak tahu,” ucapnya.

    Atas perbuatannya tersangka kini dibidik Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP dan harus mendekam di balik jeruji besi.

    (im/beritasampit.co.id).