Mantap! Posko Siaga Banjir di Kotim Telah Didirikan

    SAMPIT – Setelah dinaikannya status siaga tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sejak selasa tanggal 16 Januari lalu, untuk tiga minggu kedepan sampai 7 Februari 2018. Sesuai kesepakatan bersama saat rapat koordinasi di ruang Sekda Kotim, kini posko komando telah didirikan di halaman Museum Kayu Sampit Jalan S. Parman.

    Posko komando telah didirikan sejak tanggal di tetapkannya status bencana banjir, pada Selasa (16/1/2018) pukul 16.01 WIB. Adapun daerah yang terdampak banjir di wilayah utara Kotim terdapat 7 Kecamatan, 19 Desa atau Kelurahan dan 559 Kepala Keluarga atau rumah.

    Tujuh Kecamatan tersebut adalah Tualan Hulu, Cempaga Hulu, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Kota Besi, Parenggean dan Antang Kalang.

    Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M. Yusuf mengatakan dengan adanya status siaga darurat bencana banjir di Kotim, maka didirikan posko komando terpadu dan posko operasional terpadu yang fungsinya untuk mengkoordinasikan dan mengkoordinir. Sehingga penanganan banjir yang berlokasi dibeberapa kecamatan di wilayah utara Kotim dapat berjalan.

    “Di setiap wilayah yang terdampak banjir didirikan lagi posko operasional siaga darurat penanggulangan bencana banjir. Gunannya untuk penyiagaan terhadap bajir di daerahnya dengan selalu berkoordinasi ke posko operasional terpadu Kabupaten,” ungkap M. Yusuf, Rabu (17/1/2018) lalu.

    Dijelaskannya, itu menyangkut pendataan banjir atau yang terdampak, evakuasi atau penyelamatan, pemberian obat-obatan, dan bahan pokok, mengkoordinasikan penyiagaan ke desa desa yang terdampak, mengkoordinasikan segala kemungkinan kejadian banjir ke posko operasional terpadu di Kabupaten.

    Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Haji Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Nur Setiawan mengatakan bahwa kerawanan banjir di wilayah Kotim khususnya daerah utara untuk beberapa waktu kedepan memang cukup tinggi.

    “Perlu diwaspadai untuk bulan pebruari hingga maret. Prediksi kami potensi curah hujan memang cukup tinggi. Untuk curah hujan di bulan pebruari 200 hingga 300 mm, itu di kategori menengah,” sebut Kepala BMKG Kotim, Nur Setiawan, Senin (16/1/2018) lalu.

    Ditambahkan Nur Setiawan, sedangkan bulan maret kita prediksi 300 sampai 400 mm, itu curah yang cukup tinggi. Berbeda di bulan Mei mrndatang, yang akan ada penurunan curah hujan.

    “Untuk daerah rawan di wilayah utara Kotim yakni ada diwilayah Kotabesi, Parenggean, Tualan Hulu dan wilayah utara hingga sekitarnya,” demikiannya

    (jmy/beritasampit.co.id)