Camat MB Ketapang Gelar Rapat Bersama Warga Teluk Dalam, Ini Hasilnya

    SAMPIT – Rapat bersama warga, dan korban musibah kebakaran, bersama Camat Mentawa Baru Ketapang Ahmad Sarwo Oboi, Lurah MB Ketapang Maya Annisa, Kepala Dinas Pendidikan Bima Ekawardhana serta Kapolsek Ketapang AKP Todoan Gultom telah berhasil meyepakati dua hal.
    “Dari hasil rapat menyepakati yakni warga menyetujui bahwa untuk pelebaran akses jalan dengan masing-masing dari kiri dan kanan jalan selebar setengah meter,” sebut Oboi, selaku pimpinan rapat, Rabu (24/1/2018)
    Dijelaskannya, bahwa warga setempat yang bertempat tinggal dipinggiran sungai agar bersedia di bongkar sebagian bangunannya yang terkena proyek siring sungai.
    “Disini akan dibangun siring sungai nantinya, dan ini juga diminta oleh Pak Bupati. Dengan rencana anggaran Rp90 miliar sampai untuk tiga tahun kedepan, yakni proyek multiyears,” ungkap Oboi
    Nantinya, kata dia, dari hasil rapat tersebut warga akan membuat surat peryantaan. Terkhusus warga pinggiran sungai, untuk menyepakati hal tersebut.
    “Jika tidak disepakati kasihan pak bupati yang memperjuangkan anggaran. Jadi mulai nanti kita akan menunggu hasil kesepakatan maksimal 2 hari harus selesai kesepakatannya,” ujar Oboi
    Tambahnya, dalam rapat tadi ada satu hal yang belum disepakati oleh warga, yakni mengenai Sekolah Dasar Islam Daruttsalim yang terbakar. Rencananya jika disepakati, SD tersebut akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sekolah akan direlokasi
    “Nanti kita akan rapatkan lagi dengan ahli waris, karena pengasuh yayasan tersebut mengatakan bahwa wasiat dari yang memiliki tanah harus dijadikan tempat belajar seperti sekolah,” ungkap Oboi
    Disisi yang sama, ahli waris Anang Riduan mengatakan bahwa itu adalah tanah wakaf untuk dijadikan sekolah.
    “Saya ingin daerah teluk dalam jadi contoh, saya.akan serius menangani ini,” pungkas Oboi
    (jmy/beritasampit.co.id)