Golkar Dikritik Karena Mereka Tak Masuk Struktur Kepengurusan

    JAKARTA – Sekretaris Jendral DPP Parta Golkar Lodewijk Freidrich Paulus melihat kritikan yang muncul kepada pengurus baru DPP Partai Golkar dibawah Ketua Umum Airlangga Hartarto itu dalam rangka perbaikan untuk Golkar.

    “Mereka yang mengritik mungkin namanya tidak masuk dalam struktur organisasi karena dimaklumi saja kepengurusan sekarang ini mengurangi jumlah yang sebelumnya 247 jadi 121 sehingga ada nama yang tidak bisa dimasukkan,” ucap Lodewijk kepada wartawan di DPP Partai Golkar saat menjelaskan bahwa partai ini sudah mendapatan SK Menkumham tentang kepengurusan yang baru, Kamis (25/1/2018).

    Dijelaskan sungguhpun ada kader tidak masuk ke struktur kepengurusan mereka ada yang menyatakan siap membantu untuk besarkan partai.

    “Adapun mereka yang masuk namanya di kepengurusan DPP karena diharapkan jadi tombak di daerah masing-masing. Nama mereka itu yang benar-benar mengenal situasi lokal sehingga apapun yang ada di daerah pelosok mereka tahu,” ucapnya.

    Tetap Dukung Jokowi

    Ditegaskan walaupun sekarang ada pergantian kepengurusan dengan Ketum Airlangga Hartarto tetapi dalam kebijakan DPP tetap mendukung Presidien Jokowi dan Jusuf Kalla sampai selesai masa jabatannya.

    ”Setelah Partai Golkar mencalonkan lagi Jokowi menjadi Presiden lagi,” tegasnya. Ada kabar gembira dengan ketum barui ini naiknya elektibilitas partai berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) dari 11 persen naik menjadi 15,6 persen karena pengaruh dari nama ketua yang baru.

    “Nama Airlangga Hartarto berpengaruh menaikan hasil survei partai. Selain masyarakat melihat program partai seperti menginginkan harga sembako murah, rumah murah yang dapat dijangkau masyarakat,” katanya.

    (jan/beritasamoit.co.id)