Terkait Tabrakan Maut di Pundu, Begini Tanggapan Waket DPRD Kotim

    SAMPIT- Wakil Ketua (Waket) DPRD Kotawaringin Timur, menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas kasus kecelakaan yang merenggut 12 nyawa manusia sekaligus di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Sabtu (3/2/2018) tadi pagi.

    “Ini termasuk kecelakaan terbesar awal tahun 2018 ini, dimana 11 korban meninggal dunia, dan 3 lainnya masih dinyatakan kritis, kami lembaga dewan mengucapkan rasa duka yang dalam dan turut prihatin atas kejadian nahas ini, mudahan hal demikian tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

    Selain itu dia juga meminta kepada aparat pebegak hukum agar lebih gesit lagi dalam menindak mobil bak terbuka yang mana disalah gunakan oleh pemilik maupun sopirnya.

    ” Mobil pikap atau bak terbuka lainnya itu sudah jelas dilarang membawa penumpang manusia, fungsinya untuk megangkut barang, ini yang sangat kita tekankan agar hal yang seperti ini tidak terjadi,” timpalnya.

    Parimus juga tidak menampik, bahwa urusan maut maupun rejeki sudah di atur oleh uang maha kuasa, namun menurutnya tidak ada salahnya apabila kita lebih memperhatikan aturan demi mencegah hal yang tidak kita inginkan.

    “Semoga para keluarga korban di berikan ketabahan, dan pesan saya dalam musibah ini, mari kita jadikan pelajaran,agar tidak menimpa kita maupun keluarga kita yang masih hidup, kami juga berharap agar pihak Satlantas langsung bertindak apabila menemukan kendaraan bak terbuka mengangkut manusia, itu sudah menyalahi fungsinya, tidak perlu di tilang, namun pastikan penumpangnya aman,” pintanya.

    Terpisah diketahui kecelakaan maut yang terjadi di jalan Tjilik Riwut KM 32, Desa Pundu, sekitar pukul 06.00 WIB tadi pagi itu melibatkan dua unit kendaraan yang beda jenis, namun sama- sama bermuatan berat itu yakni Pikap warna hitam, Mitsubishi nopol KB 8629 dari arah sampit menuju Palangkaraya.

    Sementara Dump Truk warna kuning nopol DA 1983 TN yang dikemudikan oleh Ahmad Rianur, membawa muatan semen, dari arah sebaliknya. Namun hingga saat ini pihak Satlantas Polres Kotim masih belum melakukan konfernsi pers terkait seperti apa kronologis kejadian yang menelan korban jiwa hingga 12 nyawa melayang tsrsebut.

    (drm/beritasampit.co.id)