Ternyata Penemu Mayat Mila Masih Anak-anak, Begini Ceritanya

    SUKAMARA – Penemuan mayat perempuan di kawasan Pasar sayur dan ikan (Saik) Jalan M. Nazir Kelurahan Padang, Kecamatan Sukamara membuat geger warga sekitar pada Minggu (4/2/2018) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

    Pihak Kepolisian yang mendapat laporan langsung turun untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    Kapolres Sukamara, AKBP Andiyatna menerangkan bahwa korban bernama Mila (22) pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Anggi (12) yang kebetulan saat itu sedang bermain pasir bersama kedua temannya Julia dan Farhan.

    “Melihat ada benda menyerupai manusia terbujur kaku dipinggir jalan, saksi langsung memberitahukan kepada orang tuanya,” ucap Andiyatnya saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukamara, Minggu (4/2/2018).

    Mendapat kabar dari anaknya, lanjut Andiyatna, saksi yang bernama Awaludin (31) atau ayah Anggi langsung mengecek ke TKP dan benar menemukan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan yang ternyata adalah tetanggnya sendiri.

    Awaludin langsung memberitahukan penemuan korban tersebut kepada warga sekitar serta pihak keluarganya, dan melaporkan kejadian tersebut kepada anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Padang yang kebetulan sedang melaksanakan patroli.

    “Untuk sementara diduga meninggal tidak terkait dengan kasus tindak pidana, karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit epilepsi sejak kecil,” jelas Andiyatna.

    Dugaan meninggalnya Mila diperkuat dengan kondisi korban saat pertama kali ditemukan. Posisi korban dengan badan terlentang dan kepala terendam didalam genangan air yang dangkal. Namun untuk memastikan tetap dilakasanakan visum.

    “Hasil visum masih belum keluar, namun kita simpulkan bahwa korban meningga diduga akibat sakit yang dideritanya,” ucap Kapolres.

    Berdasarkan informasi yang ada dilapangan, korban sejak malam (Sabtu, 3 Febuari 2018) sekitar pukul 22.00 WIB pergi keluar rumah. Namun, tidak kunjung kembali pulang, akhirnya keluarga melakukan pencarian dengan meminta bantuan warga dan melapor pada ketua RT setempat, namun usaha yang dilakukan pada malam hari itu tidak membuahkan hasil.

    “Pihak keluarga juga tidak menyangka kalau ternyata korban ditemukan tidak jauh dari rumahnya,” tukas Andiyatna.

    (enn/beritasampit.co.id)