Wow! Belum Sampai se Tahun, Perceraian di Kotim Tembus Angka 832 Kasus

    SAMPIT – Berbagai persoalan, seperti seringnya bertengkar, hilangnya rasa kecocokan, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), faktor ekonomi, hingga perselingkuhan sering jadi sumber masalah keretakan hubungan rumah tangga yang berujung perceraian.

    Seperti realita yang terjadi yang berhasil beritasampit.co.id impun. Data Pengadilan Agama Sampit, yakni dari awal tahun Januari hingga September 2018 ini, ada 683 perkara untuk cerai gugat (istri) dan 149 perkara untuk cerai talak (suami). Sehingga total kasus perceraian keseluruhan selama 9 bulan terakhir yakni 832 perkara.

    Humas Pengadilan Agama Sampit, Mursidah menjelaskan, angka putusan cerai gugat selalu lebih tinggi dibanding cerai talak, yakni kisaran 60-70 persen dari jumlah perkara yang masuk.

    Menurutnya Kebanyakan alasan pihak istri mengajukan gugat cerai, dikarenakan suami yang suka selingkuh dan faktor ekonomi, serta mengalami ketidakharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.

    “Jadi semua ini hakikatnya juga adalah karena sebagian besar masyarakat kita memasuki jenjang perkawinan itu tidak cukup dipersiapkan dengan matang,” ujar Mursidah.

    Selain itu, Mursidah juga menyampaikan, kekerasan rumah tangga grafiknya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Sehingga terus memicu tingginya angka perceraian khususnya di Kabupaten Kotim.

    (nu/beritasampit.co.id)

    Editor: FAHRIZAL

    (Visited 1 times, 1 visits today)