Kotim Mulai Diserang Kabut Asap, Legislator Ini Minta Warga Dapil Lima Waspada!

    Editor: A Uga Gara

    SAMPIT – Kota Sampit, Kotawingin Timur kembali diselimuti kabut asap tebal, Jumat (28/9/2018). Pada pagi hari jarak pandang mulai terganggu.

    Kepada para pengendara kendaraan bermotor diharap berhati-hati. Tak hanya itu, bau asap mulai menyengat hidung, pernafasan mulai terasa sesak.

    Guna menyaring partikel debu yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan masuk langsung ke paru-paru melalui pernafasan yang dapat mengganggu kesehatan, masyarakat dengan sadar mengenakan masker.

    Menanggapi hal ini, Cici Desylia salah satu anggota Komisi II DPRD Kotim ini mengatakan, bahwa bukan hanya di Kota Sampit saja yang sudah terjadi kabut asap tebal. Namun juga terjadi di daerah utara Kotim.

    “Bukan hanya di Sampit ini saja terjadi kabut asap, wilayah dapil lima juga sama. Jarak pandang satu meter di pagi hari, kabut asap baru habis setelah diatas Pukul 08.00 WIB, saya barusan di telpon warga sana,” ungkap Cici.

    Cici juga berharap warga masyarakat dalam beraktivitas di pagi hari, lebih mengutamakan keselamatan, baik dalam berkendara maupun saat melakukan sebuah pekerjaan yang penuh resiko terhadap keselamatan.

    Bahkan dia juga mengharapkan agar masyarakat menggunakan masker saat hendak bepergian guna mencegah dampak penyakit yang sibabkan oleh asap tersebut.

    “Berhati-hati saja, utamakan keselamatan pastinya, mudahan kabut asap ini tidak berlanjut sampai beberapa hari kedepannya, karena beresiko bagi warga kita disana, terutama yang kerjaannya berat,” tutupnya.

    Semenyara itu, Wakil Ketua I DPRD Kotim, H. Supriadi MT meminta kepada Pemda Kotawaringin Timur, cepat tanggap terkait kabut asap.

    Menurutnya, pihak FKPD dalam hal ini harus segera melakukan rapat koordinasi dengan melibatkan semua instansi terkait guna membahas langkah-langkah khusus untuk mengatasi masalah kabut asap tersebut.

    “Bisa saja semua Dinas instansi agar buatkan Propil Tangki masing-masing untuk stok air, hal ini guna mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, harus secepatnya mengadakan rapat koordinasi antar instansi, unsur FKPD terutama,” Pungkasnya.

    Bahkan Ketua DPD Partai Golkar Kotim ini meminta agar seluruh Camat dan Kepala Desa se Kotim ini mengajak masyarakat atau mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak melalukan pembakaran lahan dan hutan.

    “Pemerintah daerah dalam hal ini tidak hanya di Kabupaten saja, tetapi tetap harus ada campur tangan pihak Desa dan Kecamatan, kapan perlu siapkan Armada untuk mereka, jangan sampai di wilayah kita jadi sarang asap,” tutupnya.

    (drm/beritasampit.co.id)

    (Visited 1 times, 1 visits today)