Forum Diskusi Kepariwisataan, Apa yang Diharapkan ?

    SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah ditetapkan menjadi kota tujuan wisata oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H. Supian Hadi, S.Ikom sejak dua tahun yang lalu. Namun hingga saat ini, belum banyak dirasakan dampaknya oleh penggiat usaha kepariwisataan, seperti perhotelan, jasa travel, penggiat usaha rumah makan, cafe, usaha kecil menengah, budayawan, serta penggiat usaha lainnya.Berkaca dari hal tersebut, agar Kotim menjadi rujukan wisata di Kalimantan Tengah, serta luar daerah, maka dibentukanlah forum diskusi kepariwisataan. Dengan harapan menguatkan komunikasi antar peggiat usaha di Kotim, dengan begitu nantinya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang berimas pada meningkatnya ekonomi masyarakat untuk dapat lebih baik lagi.Pada kesempatan diskusi ini, beberapa pihak menyarankan adanya kekompakan antar pelaku usaha dan instansi pemerintahan. Selain itu, ditingkatkannya kualitas layanan kepariwisataan.Bergabai terobosan itu, ternyata sudah dilakukan oleh dinas instansi terkait. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim, Fajrurrahman mengatakan, hingga saat ini perlunya perwujudan dari semua pihak terkait sinergitas pelaku usaha di Kotim.Disamping itu, perlunya regulasi dan ide-ide kreatif, agar Kotim menjadi pusat kendali wisata di Kalimantan Tengah serta luar daerah. “Untuk destinasi wisata di Kotim terus kita galakan. Saat ini penguatan dibidang kepariwisataan terus ditingkatkan. Maka dari itu perlunya sinergitas bersama dalam hal ini. Sehingga, memang sudah harus dapat menjadi menjadi tujuan wisatawan,” ungkap Fajrurrahman, (4/10/2018).Sementara itu, dalam waktu dekat tepatnya pada bulan November mendatang, ada dua agenda besar yang menjadi kegiatan wisata di Kotim yakni Mandi Safar dan Sampit Etnik Karnaval. Dua agenda besar ini secera keseluruhan sudah disiapkan Dinas Budpar secara matang.“Jadi agenda Mandi Safar dilaksanakan pada Rabu terakhir 7 November dan Sampit Etnik Karnaval 17 Novenber 2018. Ini adalah dua event yang dilakukan penilaian oleh Kementrian Pariwisata. Jadi ada lima kabupaten dan satu kota yang mendapat perhatian, salah satunya Kotim. Jika kita lolos penilaian, kita akan menjadikan dua event ini menjadi event nasional dari kemenrtian pariwisata,” ucap Fahrurrahman.Sementara itu, pelaku usaha rumah makan Zam’an. Menurutnya, manakala hal ini belum bisa berjalan dengan baik, maka akan menjadi keprihatinan bersama. Sebab samapai saat ini, belum merasarakan kedatangan wisatawan di Kotim.“Idealnya jika kotim menjadi tempat tujuan wisata, maka akan banyak kunjungan,” tutur Zaman. Selian Zam’an, hal yang sama juga diungkapkan Sofyan salah satu pelaku usaha perhotelan di Kotim, menurutnya forum diskusi kepariwsataan ini sangat baik bagi keberlangsungan kemajuan daerah terkait krpariwisataan. “Banyak masukan, tentu akan menjadikan sebuah terobosan. Maka dari itu kita bersama membangun sinergitas untuk Kotim lebih baik lagi,” ungkapnya.(raf/beritasampit.co.id)

    (Visited 2 times, 1 visits today)