Banwaslu Ingatkan Peserta Pemilu Soal Ini?

    KASONGAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Katingan menggelar rapat koordinasi bertajuk media gathering bersama sejumlah pihak untuk membahas terkait pelaksanaan kampanye, Senin (8/10/2018).

    Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung Ketua Bawaslu Yosafat E Kawung dan didampingi dua komisionernya yakni Wahyun dan Anita Fransiska, serta dihadiri dari Kabag Ops Polres Katingan Kompol Donal, dan komisioner KPU M Al Kustari sekaligus sebagai narasumber.

    Sementara petinggi partai politik yang hadir, yakni Sarman Molilo dari PDI Perjuangan, Arianto mewakili PBB, Lamatsyah PKPI, Slamet Waluyo PKB dan Garanuh dari Partai Berkarya. Selain itu juga, dari Ketua PWI Katingan Aris Munandar dan sejumlah awak media yang tergabung dalam PWI.

    Ketua Bawaslu Katingan, Yosafat Eriktovia Kawung mengatakan, tujuan dari pelaksanaan tersebut ingin menyamakan persepsi dengan seluruh pihak berkepentingan dan partai politik yang ada di Katingan maupun pihak media terkait dengan beberapa ketentuan yang mengatur pelaksanaan Pemilu maupun dalam berkampanye.

    “Oleh sebab itu, kami merasa perlu untuk kita jalani di dalam pelaksanaan kampanye untuk memberikan informasi dan mensosialisasikan kepada partai politik,” terang ketua Bawaslu Yosafat, kepada sejumlah media, usai melaksanakan rapat koordinasi di aula Bawaslu setempat, Senin (8/40/2018)

    Sebab menurutnya, ada beberapa peraturan ketentuan yang mengatur masalah kampanye. Karena kampanye tahu ini berbeda dengan kampanye tahun lalu, begitu juga Pilkada tahun 2018 lalu.

    Hal-hal yang berbeda, mengenai definisi kampanye itu sendiri. Dimana saat Pemilu yang lalu definisi tentang citra diri itu tidak ada diatur. Sehingga di Pemilu tahun ini sudah diatur.

    “Inilah agar kita sama-sama tau, kapan citra diri itu bisa munculkan dan kapan citra diri itu tidak boleh dimunculkan. Oleh sebab itu kita sampaikan kepada teman-teman partai politik tentunya. Kemudian juga, kita mengharapkan agar pelaksaaan setiap kegiatan Kampanye yang dilakukan oleh peserta Pemilu harus terlebih dulu mengantungi izin,” katanya.

    Lanjutnya menambahkan, terkait laporan maupun pelanggaran terhadap pelaksanaan Pemilu, sampai sekarang ini masih belum ada. Namum pihaknya selalu berharap agar semua itu tidak terjadi.

    “Kalaupun kedepannya ada yang melaporkan dan menemukan tindak pelanggaran saat dilapangan. Maka suka tidak suka, kita akan melaksanakan ketentuan sebagaimana yang sudah ada untuk menindak pelanggaran terjadi itu,” pungkasnya.

    (ar/beritasampit.co.id)

    EDITOR : MAULANA KAWIT

    (Visited 2 times, 1 visits today)