Kobar Kekurangan Alat Rapid Test, 8 Tenaga Kesehatan Puskesmas Plingkau Karantina

Ahmat Sulkan

PANGKALAN BUN – Di tengah perlawan melawan virus pandemi virus covid-19, kendala kelengkapan alat masih dikeluhkan para tim medis yang berada digarda terdepan.

Hal serupa hampir merata menjadi keluhan para tim medis di Indonesia, seperti yang dirasakan para pejuang kemanusian ini di Kotawaringin Barat.

Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat saat inipihaknya, mengalami kekurangan rapid test. Padahal sementara ini tim medis harus melakukan pemeriksaan terhadap rombongan Jamaah yang Tabligh di Sulawesi Selatan juga Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang ada belum dilakukan pemeriksaan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Kobar Ahmat Sulkan mengatakan Kabupaten Kobar mendapatkan bantuan rapid test dari Provinsi Kalimantan Tengah hanya 120  unit unit rapid test.

BACA JUGA:   Pemkab Kobar Dukung Polres Kobar Lakukan Tindakan Pengamanan Penjarahan TBS Kelapa Sawit

“Untuk Pemeriksaan Jamaah Tabliq saja kami kekurangan, terpaksa pakai yang punya rumah sakit,  karena rapid test yang dikirim untuk Dinas Kesehatan hanya 20, sementara masih banyak yang harus kita periksa,” kata Ahmat Sulkan saat melakukan pemeriksaan terhadap Jamaah Tabliq di Laboratorium Kesehatan Daerah Jalan Sutan Syahrir Pangkalan Bun, Sabtu 4 April 2020.

Sulkan pun menambahkan seharusnya untuk masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) pun harus di lakukan pemeriksaan rapid test karena kendala persediaan sehingga hanya dipantau gejala klinisnya saja.

BACA JUGA:   DAD Kobar Bulan Juni Akan Lakukan Validasi dan Verifikasi Lahan Semua PBS Kebun Sawit

“Saat ini ODP dalam pemantauan petugas kesehatan Puskesmas hanya di pantau gejala gejala klinisnya saja seharusnya ODP ini pun di lakukan rapid test,” imbuh Sulkan.

Sulkan menambahkan juga rapid test yang dikirim dari Provinsi Kalteng diperggunakan untuk pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan,  karena mereka rentan tertular.

“Seperti 8 orang tenaga Kesehatan di Puskesmas Plingkau Kelurahan Baru saat ini Perawat dan dokternya menjalani karantina selama 14 hari di rumah susun rumah sakit Sultan Imanudin Pangkalan Bun meskipun hasil rapid test negatif tetapi mereka pernah kontak dengan Jamaah Tabligh dari Gowa Sulawesi Selatan, ” tegas Ahmat Sulkan.

(man/beritasampit.co.id).