BPBD Imbau Warga Wilayah Selatan di Katingan Waspadai Banjir

IST/BERITA SAMPIT - Kondisi rumah warga yang terendam banjir di Desa Bakumpai, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

KASONGAN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, Eka Surya Dilaga mengimbau masyarakat yang tinggal dibantaran sungai untuk lebih waspada.

Pasalnya, menurut Eka Surya saat ini kondisi cuaca kita kemarau basah. Dimana angin dari arah tenggara merupakan ciri khas terjadinya kemarau. Meski begitu, kondisi laut di Katingan kondisinya masih hangat sehingga memungkinkan terjadinya penguapan air yang membentuk air hujan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan berdasarkan data BMKG wilayah yang sering diguyur hujan adalah wilayah Utara ketimbang wilayah Selatan di Kalimantan Tengah.

“Harapan saya apabila kemarau terjadi agar bijaksana menggunakan api sebagai upaya membersihkan lahan. Mohon ikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” tuturnya dengan berita sampit.co.id. Selasa, 08 September 2020.

Mengenai banjir di Kecamatan Katingan Tengah dan Kecamatan Sanaman Mantikei, pihaknya telah telah mengirim petugas BPBD untuk membantu kelancaran aktivitas masyarakat disana.

BACA JUGA:   Menuju Zona Hijau, Bupati Katingan Harapkan Masyarakat Disiplin Gunakan Masker

“Atas nama pemerintah daerah kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam bagi masyarakat kita disana. Semoga musibah banjir ini cepat berlalu,” harapnya.

Eka Surya juga mengakui, dua kecamatan tersebut sering mengalami langganan banjir.

“Berdasarkan pengalaman terdahulu masyarakat di dua kecamatan ini. Sudah siap dengan kondisi seperti ini dan banjir yang merendam beberapa titik di pemukiman masyarakat biasanya tidak terlalu lama,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, yang perlu diwaspadai di daerah Selatan kabupaten Katingan seperti kecamatan Tasik Payawan dan Kecamatan Kamipang serta sebagian wilayah di Kecamatan Katingan Hilir yang merupakan daerah yang rendah dan menjadi tempat tampungan air kiriman daerah Utara Kabupaten Katingan.

“Saya berharap di daerah Selatan ini untuk waspada terhadap kemungkinan yang terjadi dan lebih siap apabila banjir datang,” pungkasnya

Sebelumnya dikabarkan, akibat debit air Sungai Katingan naik, hampir seluruh wilayah Kecamatan Katingan Tengah Khususnya Desa Samba Bakumpai, Kabupaten Katingan kebanjiran.

BACA JUGA:   Identitas Mayat Terapung di DAS Katingan Terungkap

Akibatnya puluhan rumah terendam air dan sejumlah jalanan terputus. Kepala Desa Samba Bakumpai, Abdul Halim mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dan memantau perkembangan di wilayah banjir. Hal itu dilakukan untuk melakukan antisipasi jika debit air terus naik.

“Dari pukul 23:00 WIB kondisi air mulai meningkat dan menggenangi rumah warga hampir 80% dan transportasi darat tidak bisa dilalui karena banjir, dari RT 1 sampai RT 8 semua rumah warga terendam banjir dengan kondisi memprihatinkan,” tuturnya

Kendati demikian, warga masih berada di rumahnya masing-masing. Namun pihaknya meminta kepada warga untuk bersiap mengungsi jika debit air tidak turun.

“Saat ini warga yang terkena banjir tidak mau mengungsi meski demikian kami tetap mengimbau agar berhati-hati jika terjadi hal yang darurat seperti sakit, atau melahirkan agar segera menghubungi kami lewat HP untuk dievakuasi ke puskesmas terdekat,” jelasnya.

(Kawit/beritasampit.co.id)