Hari Kartini, Agnes : Berkarya Melalui Tulisan

IST/BERITA SAMPIT - Agnes Wiranda

PALANGKA RAYA – Hasil pemikiran, perlawanan dan perjuangan Kartini di zaman dahulu memberikan makna kuat bagi kaum perempuan zaman modern.

Salah satu perjuangan yang sangat fundamental yaitu kesataraan dalam hal pendidikan dan berkarya.

Itu lah yang tersirat di dalam diri Agnes Wiranda, gadis kelahiran, Palangka Raya 17 Agustus 1998, yang saat ini menggeluti dunia Novel sejak Tahun 2009.

Pada saat diwawancara oleh wartawan Berita Sampit, Agnes menjelaskan awal mula menulis sekitar tahun 2009. Ketika masih duduk di bangku SMP, dan sampai sekarang masih aktif menulis di platform Wattpad dan Storial, Rabu 21 April 2021.

Selain itu di usia yang hampir 23 Tahun ini dirinya sudah menerbitkan beberapa buku yang sangat banyak seperti – Dear Mantan 2018 Penerbit Cloverline Creative, Lola dan Kala 2020 Penerbit Ellunar.

BACA JUGA:   Kerusakan Jalan Provinsi: Kota Palangka Raya-Kabupaten Gunung Mas Sudah Ditangani

Kemudian, Her 2020 Penerbit Ellunar, Ambyar 2020 Penerbit Ellunar, Bucin 2020 Penerbit Ellunar, Di Antara Hujan 2020 Penerbit Pena Borneo, Angkasa Milik Aisyah 2020 Penerbit Pena Borneo, Aksara Penantian 2020 Penerbit Lintang Angkasa, dan Hope 2020 Penerbit Lintang Angkasa. Selain itu sisanya masih dipublish di platform wattpad.

Agnes menjelaskan menjadi seorang novelis pasti ada kendala, seperti saat dilanda kebuntuan menulis, dan deadline yang harus dikejar tapi otak mendadak buntu karena inspirasi yang hilang.

“Oleh sebab itu untuk menjadi seorang novelis itu tidak ada trik, atau cara khusus kalau mau jadi seorang novelis, karena itu tergantung dari niat penulisnya sendiri, untuk selalu konsisten menulis sampai tamat dan menjadikan karyanya bermanfaat,” ucapnya.

BACA JUGA:   Kepala Kesbangpol Kalteng Tegaskan Komitmen Penuh dalam Mendukung Upaya Penegakan Hukum terkait Kasus Pencurian Sawit

Di momentum hari Kartini ini, ia mengajak wanita di Indonesia untuk tangguh agar dapat menjadi penyeimbang gerak untuk orang-orang di sekitarnya.

Selain itu peningkatan SDM dan wawasan luas serta rasa ingin tahu yang dalam agar tak tenggelam dilahap masa, lalu wajib punya karya agar tak hilang ditelan waktu.

“Selamat Hari Kartini untukmu, dan untukku. semoga kita menjadi wanita yang lebih baik bagi bangsa Indonesia. Buatlah Tanah Air kita bangga dan tetaplah kuat,” pungkasnya.

(Hardi/Beritasampit.co.id)