Antisipasi Terjadi Karhutla, TNI-Polri Gencar Lakukan Edukasi Masyarakat

TNI, Polri dan unsur pemerintah di Palangka Raya saat berada di Posko Karhutla di Kelurahan Tanjung Pinang.//Ist.

PALANGKA RAYA – Tim gabungan TNI-Polri bersama unsur pemerintah di wilayah Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), gencar melakukan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui edukasi terhadap masyarakat.

“Kegiatan edukasi itu untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan karena sudah memasuki musim kemarau,” kata Babinsa Kelurahan Tanjung Pinang Sertu Syarifudin, Jumat 23 April 2021.

Diterangkan bahwa, diantara edukasi yang diberikan terhadap masyarakat di Kelurahan Tanjung Pinang itu seperti tidak membakar hutan dan lahan terlebih di lahan gambut karena dapat berpotensi mengakibatkan kabut asap yang dapat merugikan semua orang.

Menurut Sertu Syarifudin, peran masyarakat sangat penting dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya yang mana sebagian lahannya rawan terbakar saat kemarau karena berupa gambut.

BACA JUGA:   Jaga Daya Beli Masyarakat dan Stabilitas Harga, BI Kalteng Usulkan Sejumlah Rekomendasi

“Jika menemukan tanda-tanda kebakaran segera melaporkan ke Posko Gabungan Karhutla atau ke petugas terdekat agar dapat segera dilakukan tindakan lebih lanjut,” kata Syarifudin. Demikian dilansir dari Antara.

Ditambahkan bahwa, selain menggencarkan edukasi, pihaknya juga rutin melaksanakan patroli yang dimulai di posko Karhutla setempat.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, menduga kebakaran lahan yang terjadi di kota setempat karena disengaja.

“Kalau saya lihat kebakaran lahan kemarin itu sepertinya ada orang buka lahan dan itu diduga adanya kesengajaan untuk dibakar,” kata Emi.

Dugaan unsur kesengajaan pembakaran lahan itu diperkuat lokasi kebakaran yang telah kering karena dengan adanya bekas pembersihan lahan dengan cara ditebas dan disemprot pembasmi rumput.

BACA JUGA:   BMKG Bukan Hanya Penyedia Informasi Cuaca Penerbangan

Untuk itu, lanjut dia, upaya antisipasi melalui edukasi juga menjadi penting untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya, larangan hingga sanksi bagi pelaku pembakar lahan.

Dirinya meminta pengurus RT/RW hingga lurah dan camat aktif mengedukasi dan melakukan pemantauan di wilayah kerja masing-masing. Jika melihat potensi atau kejadian kebakaran untuk segera dilaporkan agar dapat segera dilakukan pemadaman.

Pihaknya pun mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tidak membakar lahan dengan alasan apapun. Terlebih lagi saat ini wilayah Palangka Raya mulai jarang hujan dan lahan gambut semakin kering.

(BS-65/beritasampit.co.id)