BANJARBARU – Manajemen Angkasa Pura I membantu fasilitas pariwisata minat khusus konservasi bekantan yang ada di Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
“Kami bantu pembuatan gazebo dan jembatan titian di hutan konservasi bekantan dan mangrove Pulau Curiak sebagai bentuk perhatian dan dukungan atas konservasi satwa khas Kalimantan Selatan,” kata Dony Subardono selaku General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Kamis 21 April 2022.
Dia berharap pembuatan gazebo dan jembatan titian dapat memberikan fasilitas yang lebih cantik dan nyaman untuk para pengunjung atau peneliti yang datang di Pulau Curiak.
Berdasarkan data Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), populasi bekantan Pulau Curiak kini sebanyak 31 ekor. Meningkat 100 persen sejak tahun 2016, setelah dilakukan restorasi habitat bekantan di luar kawasan konservasi tersebut.
Dony menyebut, sektor pariwisata minat khusus yang dikembangkan SBI bersama Pemerintah Kabupaten Barito Kuala patut didukung guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalimantan Selatan yang pada akhirnya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
“Banyak orang di luar Kalsel bahkan mancanegara ingin melihat secara langsung bekantan sebagai maskot fauna Kalimantan Selatan yang dikenal juga dengan sebutan monyet belanda karena berwarna oranye dan berhidung panjang,” ujarnya.
Sementara dalam penyerahan bantuan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), manajemen Angkasa Pura I juga mendukungan pembangunan Masjid Sulaiman dan renovasi Masjid Nururasulli yang berlokasi di Banjarbaru.
Selain itu, untuk warga sekitar bandara di Guntung Damar, para pekerja bandara serta Yayasan Tuna Netra juga disampaikan pemberian 200 paket sembako sebagai wujud berbagi berkah di bulan suci Ramadhan. (Antara/beritasampit.co.id).











