Bak Cerita Sebuah Sinetron Akhirnya, Orang Tua Yang Membuang Bayinya Menikah Dalam Pengawasan Polisi

MAN/BERITA SAMPIT - Acara pernikahan kepada 2 tersangka yang membuang bayinya sendiri, di rumahnya sendiri.

PANGKALAN BUN – Kasus Bayi mungil jenis kelamin laki-laki yang dibuang kedua orangtuanya, bak sebuah cerita sinetron karena menorehkan cerita yang cukup panjang, yang alur ceritanya diakhiri kedua orang tuanya yang jadi tersangka akhirnya menikah dihadapan penghulu dalam pengawasan Polisi.

Seperti telah ditayangkan media online ini, awal cerita dimulai ketika seorang warga Translik bernama Kartono Gang Tiung RT 011 Desa Pasir Panjang pada Minggu 22 Mei 2022 malam menemukan Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki di teras depan rumahnya.

Siangnya setelah kasus penemuan bayi dilaporkan ke Polres masyarakat Pangkalan Bun gempar. Usut punya usut, setelah dilacak oleh Tim Reskrim Polres Kobar, akhirnya terungkap bahwa yang menemukan bayi (Kartono) adalah kakeknya sendiri.

Lantaran orang tua laki-laki si Bayi bernama Muhammad Daffa Sigit Kurniawan, yang sengaja membuang bayinya di rumahnya sendiri, adalah anak kandungnya Kartono yang telah menjalin hubungan gelap dengan pacarnya bernama Sindy asal Kota Sampit.

Selama 1 tahun Muhammad dan Sindi telah menjalin hubungan intim diluar nikah di rumah Barak Sindy di Pangkalan Bun. Karena Sindy berada di Pangkalan Bun, sedang mengikuti kursus disalah satu Lembaga Pendidikan di Pangkalan Bun.

BACA JUGA:   Diduga Cabuli Istri Orang, Pria Ini Dianiaya Hingga Tewas

Pada 27 April 2022, akibat dari hubungan gelap diluar nikah akhirnya Sindy melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki. Setelah beberapa hari Bayi dirawat di rumah barakannya,  HP Sindy sering berdering dihubungi orangtuanya dari Sampit, karena Sindy sudah lama tidak pulang-pulang.

Ketika orang tua nya di HP mengatakan mau ke Pangkalan Bun, Sindy terkejut dan takut karena memiliki Bayi. Akhirnya Sindy berembuk dengan pacarnya Muhammad, untuk membuang  anaknya Sang Janin alias darah dagingnya sendiri ke Rumah Panti Asuhan.

Minggu 22 Mei 2022 sekitar pukul 19.30 WIB kedua sejoli yang sedang keadaan panik itu, keluar dari rumah Barakannya, Sindy menggendong bayinya dengan sehelai kain, sementara Muhammad yang mengendarai sepeda motornya.

Mereka setelah berada di Kota Pangkalan Bun, sempat berkeliling mencari Rumah Panti Asuhan, namun karena merasa takut dan masih ada rasa kasihan kepada bayinya, akhirnya Muhammad memutuskan untuk menuju kerumahnya di Translik Gang Tiung RT.011 Desa Pasir Panjang.

BACA JUGA:   Bupati dan Wakil Bupati Kobar Gelar Acara Purna Tugas 2017-2022

Muhammad membuang bayi disimpan di teras rumahnya, tujuannya agar bayinya ada yang memelihara. Namun nasib dan takdir bicara lain, akhirnya terungkap oleh Tim Satreskrim Polres Kobar, kini Muhammad dan Sandy telah menjadi tersangka dalam kasus buang bayi tersebut.

Cerita kasus buang bayi yang cukup panjang ini, akhirnya diakhiri dengan menikahnya Muhammad dan Sandy dihadapan Penghulu, pada Jumat, 27 Mei 2022. Acara pernikahan tersebut difasilitasi Unit PPA Satreskrim Polres Kobar.

“Yang hadir pada pernikahan, Kanit PPA beserta anggota, dari Dinsos Kabupaten Kobar, Penghulu, Kedua orang tua tersangka. Pelaksanaan kegiatan pernikahan, antara lain penandatanganan hak wali, sementara terhadap bayi diserahkan kepada orang tua tersangka Muhammad, kemudian kedua orang tua bayi dalam proses penyidikan,” kata Polres Kobar AKBP Bayu Wicaksono melalui Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditia Dhani, dikonfirmasi Sabtu, 28 Mei 2022. (Man/beritasampit.co.id).