Kasus Konfirmasi positif COVID-19 Indonesia Bertambah 574 Orang, Terbanyak DKI

Tabel update harian kasus COVID-19 yang dilaporkan Satgas Penanganan COVID-19 per Sabtu (11/6/2022). (ANTARA/HO-Satgas COVID-19).

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan laju kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan kegiatan survailens di Indonesia bertambah 574 kasus pada Sabtu siang.

Provinsi dengan laju kasus terkonfirmasi positif terbanyak secara nasional berasal dari DKI Jakarta mencapai 314 kasus. Provinsi lain yang juga menyumbang kasus terbanyak adalah Jawa Barat sebanyak 92 kasus, Banten 71 kasus dan Jawa Timur 41 kasus.

Dengan penambahan tersebut, maka akumulasi kasus konfirmasi positif sejak pandemi terjadi di Indonesia pada Maret 2020 berjumlah 6.059.931 kasus.

Pada kasus aktif, dilaporkan bertambah 197 kasus sehingga total menjadi 4.538 kasus.

Jumlah orang yang sembuh dari COVID-19 juga mengalami penambahan sebanyak 374 orang sehingga total kesembuhan secara nasional menjadi 5.898.758 orang.

Angka kesembuhan terbanyak secara nasional disumbang oleh DKI Jakarta sebanyak 172 orang, Banten 77 orang, Nusa Tenggara Barat (NTB) 38 orang dan Jawa Timur 36 orang.

BACA JUGA:   Kemenag Sebut Ada Tiga Kriteria Jamaah Yang Bisa Dibadalhajikan

Satgas Penanganan COVID-19 juga melaporkan penambahan angka kematian akibat COVID-19 hari ini sebanyak tiga jiwa yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan masing-masing satu jiwa. Akumulasi angka kematian secara nasional mencapai 156.641 jiwa.

Selain itu terdapat pula 5.288 orang yang masuk dalam kategori suspek. Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian terhadap 56.150 spesimen di ratusan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia.

Laju positivity rate berdasarkan pemeriksaan spesimen harian adalah 1,77 persen dan untuk tingkat positivity rate orang harian berjumlah 1,31 persen.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan indikator positivity rate dan transmisi komunitas COVID-19 di Indonesia dalam tiga pekan terakhir masih pada taraf aman.

“Berhubung imunitas masyarakat Indonesia masih tinggi berdasarkan sero survei (survei antibodi) pada Maret 2022, dan kita lihat kenaikan masih dalam taraf aman,” kata dia usai menghadiri Kick Off Integrasi Layanan Kesehatan Primer di Gedung Sujudi Kemenkes RI di Jakarta, Jumat.

BACA JUGA:   Bumbu Pecel dan Rendang Jadi Pengobat Rindu Jamaah Haji di Tanah Suci

Positivity rate atau proporsi orang positif COVID-19 dari keseluruhan penduduk yang dites di Indonesia masih di bawah lima persen.

“Secara nasional sekarang (positivity rate) paling tinggi di DKI Jakarta, tiga persenan,” katanya.

Untuk indikator transmisi komunitas atau tingkat sebaran penularan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 di Indonesia berkisar 1 per 100.000 penduduk, dari ketetapan level 1 PPKM sebesar 20 per kasus per pekan untuk 100.000 penduduk.

Budi berpesan kepada masyarakat agar segera mengakses layanan vaksinasi booster sebagai dosis ketiga untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap risiko penularan COVID-19. “Kalau dalam ruangan yang padat pengunjung, pakai masker,” katanya.

ANTARA