Dewan Kalteng Nilai Penggunaan MyPertamina Saat Membeli BBM Kurang Efektif

Hardi/BERITA SAMPIT - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati menilai penggunaan aplikasi MyPertamina saat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) kurang efektif, karena masyarakat masih belum terbiasa atau melek dalam menggunakan aplikasi.

Kuwu menambahkan, ada aturan yang menyebutkan, bahwa kita tidak boleh menyalakan ponsel di area pom bensin. Oleh karena itu Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) harus memikirkan cara lain, karena BPH Migas merupakan badan yang dipercaya langsung oleh pertamina, untuk mengatur distribusi BBM di Indonesia.

BACA JUGA:   Komisi III DPRD Kalteng Terima Aspirasi Ini Saat Kunjungi SMAN 1 Pangkalan Bun

“Sehingga kami mempertanyakan kinerja dari BPH Migas selama ini apa, karena setiap tetes BBM yang dibeli masyarakat, ada distribusi bagian untuk BPH Migas,” ucapnya saat dibincangi di Gedung Komisi DPRD Kalteng, Senin 4 Juli 2022.

Dalam hal ini Kuwu mempertegas bahwa, bahwa dirinya tidak memberikan apresiasi yang baik, kepada penggunaan aplikasi untuk membeli BBM tersebut. Penggunaan aplikasi itu bukan cara yang baik, karena apabila pengguna tersebut tidak memiliki pulsa, sinyal, smart phone, apa lagi tempatnya di pendalaman, itu akan mempersulit mereka dalam membeli BBM.

BACA JUGA:   Dewan Imbau Pemda Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa di Kalteng

“Sehingga saya minta, BPH Migas memikirkan cara lain, yang lebih efektif, dan juga harus melihat kondisi masyarakat ekonomi menengah kebawah, yang rata-rata masyarakat tidak mempunyai smart phone untuk mengunduh aplikasi tersebut,” lugasnya. (Hardi/beritasampit.co.id)