Tiga Ekor Orang Utan Rusak Kebun Warga

IST/BERITA SAMPIT - Petugas BKSDA Sampit, saat meninjau lokasi Kemuculan orang utan dikebun warga di jalan Jenderal Sudirman Km 30. Selasa 5 Juli 2022.

SAMPIT – Pos Penjagaan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Kalimantan Tengah, menerima laporan gangguan orang utan yang merusak kebun warga di Jalan Jenderal Sudirman Km 30, Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawarin Timur, Selasa 5 Juli 2022.

Petugas yang menerima laporan, kemudian menindaklanjuti dengan melakulan observasi dilokasi munculnya primata dilindungi tersebut.

“Giat kita lakukan pukul 13.30 sampai dengan 16.30 Wib. Di lokasi kami bertemu penunggu kebun Yandi yang mengaku ada 3 ekor orang utan merusak dan memakan buah alpukat yang masih muda di kebun itu,” kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Muriansyah.

BACA JUGA:   HUT Mahkamah Agung, PN Sampit Perkuat Kerjasama dan Kekompakan dalam Medukung Langkah Ketua MA

Dari hasil observasi, Muriansyah mengakui bahwa lokasi kemunculan hewan dilindungi iti merupakan kebun buah seperti durian, alpukat, jambu air dan jambu biji. Kemudian pada sekitar kebun ada areal masih berhutan dan semak belukar.

“Ditemani pelapor, kita melakukan pencarian di 2 spot hutan tidak ditemukan orang utan, sampai sore hari personil menunggu dilokasi yang sering terlihat pelapor, hasilnya hewan itu juga tidak terlihat,” paparnya

BACA JUGA:   Begini Perbedaan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional Berbasis Komputer

“Tapi petugas menemukan atau melihat dua sarang kelas 2 yang berada di tepi hutan,” sambungnya.

Karena belum menemukan keberadaan orang utan, BKSDA Sampit kemudian memberikan pengarahan pada pemilik atau penjaga kebun tentang perilaku hewan itu.

“Kami juga meminta pada penjaga kebun, kalau melihat orang utan itu muncul secepatnya melapor,” tutupnya. (Cha/beritasampit.co.id)