Warga Desa Camba Demo, Tuntut Realisasi Plasma 20 Persen Sejak 2010-2022

SAMPIT – Ratusan warga Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), mengadakan demo damai. Demo langsung dipimpin Kepala Desa Camba, Iyansen.
“Kami datang di perusahaan ini tidak untuk rusuh, kami datang hanya menuntut janji perusahaan karena sesuai dengan undang-undang berlaku,” ucap Iyansen saat orasi dihadapan perwakilan Pemkab Kotim, Senin 12 September 2022.
Iyansen menjelaskan, tuntutan warga desa itu sudah disampaikan sejak 2010 hingga 2022 kepada empat perusahaan terutama yang beroperasional di wilayah Desa Camba.
“Sejak masih hutan (2010), apa yang menjadi hak kami sudah kami sampaikan kepada perusahaan tentang plasma 20 persen, setelah berubah menjadi kebun sawit, mereka lupa janji,” ujar Iyansen langsung diberi aplus para pendemo yang hadir.
Dia mengungkapkan, warga desa sudah 13 tahun bersabar menunggu hak mereka, agar empat perusahaan merealisasikan plasma 20 persen, akan tetapi, kata Iyansen, hingga sekarang belum ada iktikad baiknya.
“Kalau tidak ada kepastiannya hari ini, kami sepakat, kami tetap bertahan dan akan menghentikan aktivitas perusahaan diperkebunan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kotim melalui Asisten I Pemerintahan dan Kesra Diana Setiawan mengaku belum bisa menentukan jawaban sekarang.
Pemkab hanya bisa menawarkan melalui perundingan antara perwakilan desa camba dengan pihak perusahaan yang difasilitasi pemerintah daerah setempat.
“Untuk keputusan pemkab, kami menawarkan agar hal ini dibahas di kantor Bupati, kami siap memfasilitasi, desa siapkan perwakilan dan dokumen, nanti kami undang manajemen perusahaan terutama yang bisa menentukan keputusan,” janjinya.
Terkait kapan diadakan perundingan tersebut, lanjut Diana, secepatnya diadakan karena pihaknya akan membuat surat undangan terlebih dahulu untuk perusahaan maupun warga Desa Camba.
Sekadar diketahui, ada empat perusahaan yang beroperasional di wilayah Desa Camba diantaranya, PT Nusantara Sawit Persada (NSP), PT Mulia Agro Permai (MAP), PT Tunas Agro Subur Kencana (TASK) 3, dan PT Globalindo Alam Perkasa (GAP). Demo dipusatkan di lahan perkebunan PT NSP. (ifin).