RSUD Tamiang Layang Tingkatkan SDM Aparatur, Upaya Maksimalkan Pelayanan Kesehatan

Kabid Pelayanan Medik RSUD Tamiang Layang, dr Teddy Taroreh (tengah berdiri) memberi arahan sekaligus membuka In House Training Terpadu Bantuan Hidup Dasar di Tamiang Layang, Selasa (11/10/2022) ANTARA/HO-RSUD Tamiang Layang

TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, melalui RSUD Tamiang Layang berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan dengan pelaksanaan “In Training House Terpadu” untuk melatih dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia seluruh pegawai.

“Dalam in house training kita melaksanakan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD), bantuan hidup lanjut (BHL) dan code blue (kode biru),” kata Direktur RSUD Tamiang Layang melalui Kabid Pelayanan Medik Teddy Taroreh di Tamiang Layang, Selasa 11 Oktober 2022.

Menurutnya, BHD adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada pasien atau korban henti jantung atau henti nafas, dengan maksud meningkatkan keterampilan pegawai rumah sakit baik medis maupun non medis dalam menangani kasus-kasus dengan kegawatdaruratan, khususnya memberikan bantuan hidup dasar saat bantuan medis belum ada.

BACA JUGA:   Pedagang Gorengan di Sampit Jadi Korban Uang Palsu

“Karyawan-karyawan yang melihat kondisi kegawatdaruratan di sekitarnya diharapkan bisa memberikan pertolongan pertama kepada pasien kasus emergensi sejak masuk rumah sakit dan di sekeliling rumah sakit.

Emergensi atau gawat darurat itu dalam keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera, guna penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan lebih lanjut karena keadaan gawat darurat itu bisa terjadi kapan saja, siapa saja dan dimana saja.

Para pelatih memberikan materi di antaranya tentang pengenalan awal dan penanganan pertama korban, bantuan hidup dasar, manajemen pernapasan, bantuan pernafasan, bantuan sirkulasi, stabilisasi dan transportasi, penanganan syok perdarahan, henti jantung, aritmia lethal dan defibrilator.

BACA JUGA:   Salurkan DD Dengan Baik, Pemkab Barito Timur Berikan Penghargaan Kepada Tiga Kepala Desa

“Kondisi ini menuntut kesiapan seluruh petugas rumah sakit baik medis maupun non medis untuk mengantisipasi kejadian itu, karena kecepatan pertolongan pertama kepada korban sangat menentukan keselamatan jiwa atau keterlambatan bisa membuat kondisi fatal,” terang Teddy.

Selanjutnya akan dilakukan pelatihan BHL kepada peserta dari bidang pelayanan (dokter) dan bidang keperawatan (bidan dan keperawatan) dan akan dilanjutkan pelatihan code blue. In House Training dilaksanakan selama tiga hari dengan jumlah peserta sebanyak 350 orang terdiri dari karyawan nonmedis dan medis.

(ANTARA)

(Visited 36 times, 1 visits today)