BKSDA Sampit Imbau Warga Berhati-hati, Awal Tahun Bisa Dikatakan Masuk Musim Kawin Buaya

IST/BERITA SAMPIT - Petugas Pos Jaga BKSDA Sampit saat melakukan pemasangan plang spanduk peringatan, pada sekitar pemukiman warga yang rawan kemunculan buaya, belum lama ini.

SAMPIT – Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Kalimantan Tengah, mengajak masyarakat terutama yang tinggal di bantaran sungai Mentaya agar lebih waspada saat beraktivitas di pinggiran sungai. Pasalnya, setiap memasuki awal tahun buaya lebih agresif karena diperkirakan memasuki musim kawin atau bertelur.

“Dari data, awal tahun biasanya banyak laporan kemunculan buaya, bahkan ada serangan yang terjadi. Ya, bisa disebut musim kawin,” kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Muriansyah, Kamis 12 Januari 2023.

Untuk mengantisipasi agar tidak ada terjadi serangan buaya kepada manusia, BKSDA Sampit kembali memasang spanduk peringatan dan imbauan guna mengingatkan warga, khususnya dititik lokasi buaya sering muncul.

BACA JUGA:   Awal Tahun, Kawasan PJU Nur Mentaya Sampit Masih Dihiasi Sampah

“Ada 11 spanduk kita pasang, dimuara sungai mentawa, Kecamatan MB Ketapang 2 buah, Kecamatan Seranau 3 buah. Sedangkan 6 spanduk lainnya dipasang di perairan sungai Mentaya, Kecamatan Baamang, Persiran, Desa Ganepo, Belanti dan Bagendang,” jelas Muriansyah.

Selain mengingatkan kembali kepada warga, spanduk atau plang yang dipasang juga sebagai pengganti spanduk terdahulu tahun 2021 yang sudah banyak rusak dan hilang.

Muriansyah juga menerangkan dengan terpasangnya plang atau spanduk peringatan itu, bisa mengingatkan lagi agar warga selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai mentaya dan cempaga terutama saat malam hari.

“Selain itu mengingatkan pada warga yang datang dari jauh misalnya, para pencing yang tidak mengerti situasi kondisi di lokasi sungai memancingnya,” ucapnya.

BACA JUGA:   Kebakaran Hebat Kembali Terjadi di Baamang

Dengan terpasangnya plang spanduk tersebut, Muriansyah berharap bisa menumbuhkan kesadaran dan keperdulian warga agar tidak membuang sampah secara sembarangan ke sungai, karena akan berdampak negatif kepada masyarakat itu sendiri.

“Sampah berserakan disungai bisa membuat terjadinya penyumbatan anak sungai hingga mengakibatkan banjir, kesehatan terganggu seperti terkena gatal-gatal dan diare, muncul bau yang tidak enak, dan ekosistem sungai tercemar yang berdampak tidak baik kepada manusia, satwa liar dan lain-lain,” pungkasnya. (ilm)

(Visited 12 times, 1 visits today)