Pengamat Transfortasi Sebut Pelemparan OTK ke Bus Yessoe Harus Ditangani Serius

IST/BERITA SAMPIT - H Fadlian Noor, pengamat transfortasi di Kotim.

SAMPIT – Bus PO Yessoe yang menjadi korban pelemparan batu oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat melintas di Bukit Lumut, Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) harus ditangani serius oleh penegak hukum.

Pengamat transfortasi di Kotim H Fadlian Noor meminta kepada pihak PO Yessoe untuk segera laporkan kejadian tersebut ke pihak aparat penegak hukum.

Menurutnya, jika tidak tangani secara serius oleh pihak penegak hukum maka sangat mengganggu keamanan, kenyamanan, dan kelancaran transpoertasi darat.

“Selain itu juga dikhawatirkan kejadian serupa ini dapat terjadi lagi bila tidak diambil tindakan secara hukum,” ungkap H Fadlian Noor, Kamis 12 Januari 2023.

BACA JUGA:   Ramaikan HUT Kotim, Warga Gelar Lomba Dangdutan

Menurut mantan Kepala Dinas Perhubungan Kotim ini dari kejadian itu patut menjadi kewaspadaan karena membahayakan pengemudi dan para penumpang yang ada dalam bus.

Dirinya menyebut kejadian itu juga bisa berdampak kepada para sopir-sopir karena menjadi kurang tenang dalam mengemudikan armadanya.

“Sedangkan jalan yang digunakan oleh bus tersebut kita ketahui bersama adalah jalan umum dan knalpotnya tidak bising dan selama ini terbilang aman-aman saja apabila melintas di ruas jalan itu, dan rasanya kejadian seperti sepengetahuan kami baru terjadi,” demikian Fadlian.

BACA JUGA:   555 Orang Akan Dilantik Sebagai PPS Kotim

Sebelumnya, bus Yessoe yang melintas di lokasi tersebut pada 30 Desember 2022 sekitar pukul 21.26 WIB itu menjadi korban pelemparan batu oleh OTK.

Tidak ada korban luka dari insiden itu, namun menurut Direktur PO Yessoe Kalimantan Tengah (Kalteng) Evi mengaku sangat menyesalkan tindakan yang terjadi menimpa pihaknya, karena di dalam bis itu sang sopir membawa sekitar 40 orang penumpang.

(Jmy)

(Visited 1 times, 1 visits today)