Polisi Belum Terima Laporan Pelangsir di SPBU Desa Pelantaran

IST/BERITA SAMPIT - Personel Polsek Cempaga Hulu saat melakukan pengamanan di SPBU.

SAMPIT – Kapolsek Cempaga Hulu, Ipda Ahmad Januar mengaku bahwa pihaknya saat ini belum menerima laporan terkait adanya kabar aktivitas pelangsir BBM jenis solar di SPBU Desa Pelantaran.

“Belum ada laporan, sementara kami setiap pagi melakukan gatur untuk antrian solar, karena memang jalannya kecil. Kalau terlihat padat pasti anggota pospol melakukan pengaturan lalu lintas,” kata Januar saat dikonfirmasi, Kamis 12 Januari 2023.

Menurutnya pihak SPBU dalam jual beli BBM subsidi di area SPBU telah melakukan pendataan pada kendaraan yang membeli BBM subsidi, termasuk pada jumlah yang dibeli.

“Kalau pun ada pelangsir berarti pengelola SPBU yang bermain, biasanya kan ada dicatat plat nomor kendaraan dan kendaraan yang sama tidak boleh mengisi secara berulang,” tegasnya.

BACA JUGA:   Gelar Perkara Penyiraman Sales di Sampit Akan Libatkan Ahli

Sebelumnya, seorang sopir truk berinisial MJ (53), mengaku kesulitan mendapatkan solar di SPBU Pelantaran. Menurutnya, pihak pengelola parkir lebih mengutamakan para pelangsir dari pada para sopir yang sebenarnya mengantri solar untuk keperluan kerja.

“Selain itu juga kami yang ikut antre dipungut biaya parkir sebesar Rp20 ribu bila mau masuk, kami para sopir susah sekali mendapatkan solar di sini, kami ini antre bukan untuk melangsir tapi kami isi minyak buat bekerja, ngangkut laterit dan pasir,” katanya.

Mereka para sopir di luar pelangsir malah dinomorduakan, sementara itu yang diutamakan para petugas parkir cuma para pelangsir.

“Kami dipungut Rp20 ribu bila masuk dengan jatah isi Solar 35 liter,” ungkapnya.

Terkait masalah tersebut, pengawas SPBU, Sandi mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia mengaku tidak ada menerima sepeser pun pungutan uang yang dilakukan pengelola parkir.

BACA JUGA:   Kepala SDN 7 Ketapang Dukung Dibangun SD Baru di Pandawa

“Untuk pihak SPBU tidak ada menerima sedikitpun uang dari pelangsiran,” tegasnya.

Lebih lanjut petugas SPBU ini menjelaskan, ada tujuh orang yang mengelola parkir di lokasi itu. Dirinya sangat menyayangkan ulah para tukang parkir ini yang tidak bisa bertanggung jawab menjaga kelancaran jalan di depan SPBU.

Pihak parkir di lapangan cuma mengutamakan para pelangsir dari pada mengatur arus lalu lintas. Adapun tarif yang dipatok petugas parkir itu kalau untuk truk biasa yang tidak melangsir biaya masuknya Rp20 ribu, namun bagi para pelangsir membayar Rp100 ribu-Rp150 ribu.

(Jmy)

(Visited 17 times, 1 visits today)