Penyelesaian Sengketa Pemakaian Lahan Tanpa Izin di Kelurahan Pasir Putih Minta Kembali Dimediasi

ILHAM/BERITA SAMPIT - Mediasi sengketa pemakaian lahan tanpa izin, bertempat di aula Kantor Kelurahan Pasir Putih, belum lama ini.

SAMPIT – Karena belum menemukan titik temu mediasi penyelesaian sengeketa pemakaian lahan tanpa izin di Kilometer 11 yang digelar di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu, lantaran pihak pemegang surat tanah dari termohon tidak hadir.

Pihak pemohon Amurul Saufi melalui kuasa hukumnya Nurahman Ramadani, kembali menyurati pihak Kelurahan Pasir Putih untuk melakukan mediasi kembali dengan pihak termohon Tejo dan Rimbun, guna menyelesaikan sengeketa pemakaian lahan tanpa izin tersebut.

Nurahman Ramadani selaku kuasa hukum Amirul menerangkan bahwa berdasarkan peraturan perundang – undangan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1960 Tentang Larangan Pemakaian
Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya pada Pasal 2, Pasal 3 Ayat (1) yaitu : Pasal 2 : Dilarang memakai tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya yang sah.

BACA JUGA:   Ahyar Umar Kembali Nahkodai KONI Kotim, Terpilih Secara Aklamasi

Pasal 3 : (1) Penguasa Daerah dapat mengambil tindakan-tindakan untuk menyelesaikan pemakaian tanah yang bukan perkebunan dan bukan hutan tanpa izin yang berhak atau kuasanya yang sah, yang ada didaerahnya masing-masing pada suatu waktu.

“Saya selaku Kuasa Hukum, mengajukan permohonan Mediasi pemakaian tabah tanpa izin yang berhak atau kuasanya di Kelurahan Pasir Putih, dan meminta kebijaksanaan kepada Lurah Pasir Putih, untuk berkenan melakukan Mediasi yang berkaitan dengan hal tersebut di atas, demi kepentingan hukum pemberi kuasa,” jelas Ramadani, Sabtu 14 Januari 2023.

BACA JUGA:   Lahan di Jalan Tjilik Riwut Km4 Sampit yang Sudah Dibeli Warga Digugat Pemiliknya

Seperti diberitakan sebelumnya, upaya mediasi guna menyelesaikan kasus pemakaian lahan tanpa izin, dengan mempertemukan kedua belah pihak masih menemui jalan buntu.

Mediasi dipimpin langsung oleh Lurah Pasir Putih Rudi Setiawan tersebut, belum bisa mengambil keputusan karena masih ada sejumlah syarat yang belum dilengkapi kedua belah pihak.

Rudi memaparkan bahwa yang sudah diterima oleh pihak kelurahan baru dokumen pemohon, sedangkan dokumen termohon yang belum ada.

Dia berharap dengan mediasi yang rencananya dijadwalkan kembali, kedua belah pihak termohon dan pemohon bisa hadir sehingga dokumen keduanya bisa disandingkan yang mana dokumen tanah sebenarnya. (ilm).

(Visited 11 times, 1 visits today)