Hampir Semua Sekolah di Kotim Menerapkan Kurikulum Merdeka

NARDI/BERITA SAMPIT - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Susiawati.

SAMPIT – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Susiawati mengharapkan semakin banyak sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka.

“Dengan adanya kegiatan expo atau unjuk karya maka sekaligus sebagai sarana menggaungkan Kurikulum Merdeka,” kata Susiawati pada Rabu, 18 Januari 2023.

Ia menyampaikan Kurikulum Merdeka memang belum diwajibkan, sekolah masih diberi pilihan ingin menggunakan Kurikulum 2013 (K13), K13 dengan Penyederhanaan atau Kurikulum Merdeka.

“Jadi satuan pendidikan SMA/SMK itu sudah lebih 50 persen menggunakan Kurikulum Merdeka, beda dengan SD-SMP yang hanya sekitar 30 persen saja yang sudah menerapkan,” ungkapnya.

Susiawati menuturkan dari 25 SMA, yang sudah melaksanakan ada 19, dan dari 24 SMK, yang sudah melaksanakan sekitar 21. Jadi artinya sudah hampir semua menggunakan Kurikulum Merdeka.

BACA JUGA:   Ini Jenis Pelayanan Dinas Pendidikan di Mal Pelayanan Publik

“Dulu saja buku yang digunakan itu-itu saja berpuluh tahun, padahal perkembangan zaman terus berubah, harusnya ada evaluasi,” ucapnya.

Dia menjelaskan dengan adanya Kurikulum Merdeka maka sekolah-sekolah fleksibel bisa menerapkan sesuai kondisi sekolah maupun perkembangan zaman, sehingga terus berkembang.

Sekolah juga dapat menyesuaikan seperti misalnya sekolah berbasis agama, maka dengan menerapkan Kurikulum Merdeka mereka bisa fokuskan ke pelajaran yang berhubungan dengan ilmu keagamaan, sehingga siswa terarah sesuai dengan profil sekolahnya.

BACA JUGA:   Panitia Peringatan HUT Kotim Tuai Sorotan, Mulai Baliho Salah Tulis hingga Tarian Massal Gunakan Payung Pelangi

Sehingga fokus pada peserta didik sendiri mereka sudah tahu apa yang mau dipelajari.

“Satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka, mereka menentukan sendiri kurikulum seperti apa dan keinginan anak didik seperti apa,” imbuhnya.

Yang menjadi fokus utama agar siswa dapat berkembang dengan kemampuan dan keahlian, maupun minat dan bakat mereka masing-masing nantinya dengan pendidikan karakter nilai-nilai Pancasila.

“Harapan ke depan satuan pendidikan terus gelar unjuk karya dan kinerja dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka sehingga sekolah lain juga termotivasi untuk menerapkannya,” pungkasnya. (Nardi)

(Visited 5 times, 1 visits today)