Ketua Harian DAD Kotim Dilaporkan di Polres Kotim, Begini Tanggapannya?

NACO/BERITA SAMPIT - Wahendri menunjukkan laporan polisi dugaan pencemaran nama baik kepada Ketua Harian DAD Kotim, Untung TR.

SAMPIT – Ketua harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur Untung TR dilaporkan Wahendri, koordinator Mantir di Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Laporan bernomor: STTLP/06/I/2023/KALTENG/ POLRES KOTIM tertanggal 17 Januari 2023 atas dugaan pencemaran nama baik.

Wahendri usai melayangkan laporan menyebutkan keberatan atas pernyataan Untung, seolah-olah dirinya tidak benar dan resmi sebagai Pj Damang saat itu dalam memutuskan masalah lahan antara Hok Kim alias Acen dengan Alpin Laurance Cs.

“Saya merasa keberatan dinyatakan ada melakukan pemalsuan, apalagi sesuai video (Untung) saya sudah dinyatakan dia sudah ditetapkan sebagai tersangka dan bahkan Kasat Reskrim Polres Kotim tergantung pak Ketua Harian DAD Kabupaten saja, untuk menetapkan saya (Wahendri) menjadi tersangka,” ucapnya.

BACA JUGA:   Kantor Eks Pengadilan Agama Sampit Tahun Ini Direnovasi Jadi Rumah Singgah

“Tentu akibat itu saya dirugikan, saya dianggap cari penyakit, siapa yang mau cari penyakit tidak mungkin saya,” ucapnya

Dirinya keberatan dibuat seperti itu dan merasa dirugikan sehingga menempuh jalur hukum dengan melayangkan laporan tersebut.

“Ini harga diri kami, sementara saya sendiri saat itu jelas legalitas saya sebagai Pj Damang, dan saya merasa sangat dirugikan yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat setempat pada saya,” tegasnya.

Wahendri sendiri mengaku ada saksi yang menyaksikan pernyataan Untung kepadanya itu, termasuk rekaman video yang berdurasi 2.47 menit saat di lokasi lahan sengketa antara Acen dengan Alpin Cs yang dinilainya telah merugikannya.

BACA JUGA:   PMII Komisariat Abu Zayd Abd Rahman Salurkan Bantuan Untuk Panti Anninda Qolbu

Sementara itu Untung Rabu, 18 Januari 2023 menyayangkan atas sikap Wahendri yang melaporkannya, karena diakuinya apa yang diucapkannya baik itu terkait tidak sahnya Wahendri sebagai Pj Damang kala itu karena jabatannya sebagai Ketua Harian DAD itu sendiri.

Bahkan menurutnya tidak ada yang salah dari penyampaiannya tersebut, dan tidak ada maksud apapun. Semua itu karena jabatan yang melekat kepadanya yang harus disampaikannya terkait kapasitas Wahendri kala itu sebagai Pj Damang Kecamatan Cempaga Hulu.

“Harusnya saya yang melaporkan dia, tapi itu tidak saya lakukan, karena saya dilaporkan seperti ini sudah ya bisa saja saya nanti akan melapor balik,” tandas Untung.(naco)

(Visited 171 times, 1 visits today)