Tanah Longsor di Lokasi Tambang Emas Tradisional Tewah Nyaris Makan Korban

IST/BERITA SAMPIT - Masyarakat saat melakukan penambangan emas di Bukit Naga Desa Sumur Mas.

KUALA KURUN – Longsor terjadi di pertambangan emas tradisional di Bukit Naga Desa Sumur Mas Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah hampir memakan korban.

“Informasi yang kami terima ada satu orang yang tertimpa longsor saat melakukan penambangan emas di bukit naga, dan saat ini korban itu mengalami trauma tumpul tulang belakang dan sementara tidak dapat menggerakkan tubuhnya,” ungkap Kapolsek Tewah Ipda Teguh Triyono, Rabu 18 Januari 2023.

Dijelaskannya, berdasarkan informasi awal yang didapat, peristiwa tanah longsor tersebut terjadi sekitar pada Selasa, 17 Januari 2023 pukul 08.00 WIB. Saat itu korban atas nama H (32) bersama tiga orang temanya berangkat dari rumah menuju tempat lokasi bekerja menambang emas di daerah Bukit Naga Desa Sumur Mas, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas.

BACA JUGA:   Danramil Rungan Berikan Bantuan Untuk Anak Kategori Stunting

“Sesampainya di tempat tambang emas itu, korban bersama tiga orang temanya langsung melakukan kegiatan mencari batu emas dengan cara menggali tanah menggunakan linggis dan tukul, dengan posisi tepatnya berada di bawah bukit,” tuturnya.

“Diperkirakan korban bekerja kurang lebih setengah jam tiba – tiba terjadi longsor tanah sehingga korban tertimpa tanah pada bagian punggung belakang korban, sehingga korban mengalami trauma tumpul tulang belakang dan sementara tidak dapat menggerakkan tubuhnya,” sambungnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, terkadang masyarakat terlalu dihebohkan oleh informasi di media sosial terkait dengan banyaknya masyarakat yang mendapatkan bongkahan batu dengan kandungan urat emas, namun hal tersebut tidak sesuai dengan keadaan di lapangan.

BACA JUGA:   Warga Temukan Sesosok Mayat Laki-Laki di Dermaga Susur Sungai Mentaya

“Masyarakat tergiur dengan informasi yang tidak jelas untuk mencoba mencari batu dengan kandungan emas, Namun pada kenyataannya, banyak juga masyarakat yang pulang tidak mendapatkan hasil apa-apa,” bebernya.

Sementara itu, pihak dari Polsek sendiri terus memberikan himbau kepada masyarakat agar ketika melakukan penambangan dengan menggunakan alat sedot, bahan kimia terus tidak membawa minuman keras, dan juga masyarakat harus memperhatikan juga saat melakukan parkir motor harus aman agar tidak terjadi pencurian.

“Untuk itu juga saya menghimbau kepada masyarakat, agar selalu mengutamakan keselamatan, perhatikan keadaan dan lingkungan disekitar saat hendak melakukan aktivitas di lokasi itu,” tutup Ipda Teguh Triyono. (ale).

(Visited 16 times, 1 visits today)