Beragam Modus Dilakukan Jaringan Pengemis Kaya Agar Bisa Beroperasi di Sampit

ILHAM/BERITA SAMPIT - Sejumlah Anjal saat ditertibkan Satpol PP, beberapa waktu lalu.

SAMPIT – Berbagai cara dilakukan oleh jaringan pengemis kaya agar tetap bisa menjalankan aksinya di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, seperti menjadi peminta sumbangan dengan membawa kotak amal, pengamen jalanan maupun berjualan kerupuk dengan diantar oleh seseorang yang ditugaskan khusus mengkoordinir atau mengawasi anak-anak tersebut.

Saat ini, para anak jalanan yang diduga sengaja dieksploitasi oleh orang tuanya ini cukup leluasa beroperasi di kota Sampit seiring kendornya pengawasan dari Pemerintah Daerah.

“Setiap habis magrib, saya sering melihat anak-anak diturunkan dari motor membawa kotak amal di Taman Kota ini, ada-ada saja modusnya agar bisa mendapatkan duit dengan meminta-minta,” kata salah seorang pedagang sekitar Taman, Kamis 19 Januari 2023.

BACA JUGA:   Dikeluhkan, SPBU Pelantaran Dikuasai Para PelangsirĀ 

Sementara itu,Yulita salah seorang warga Sampit sangat menyayangkan anjal bertambah banyak, bahkan kerap ditemukan mereka beroperasi di perempatan lampu merah dan rumah makan di sekitar pasar.

“Semoga saja bisa ditertibkan, dan kalau bisa orang yang mempekerjakan atau menyuruh anak-anak tersebut menjadi mengemis di jalanan ditangkap dan dihukum,” tegas Yulita.

Terkait permasalahan eksploitasi atau mempekerjakan anak dibawah umur tersebut, masih menjadi sorotan yang akan ditindaklanjuti kembali oleh Dinas Sosial Kotim, selaku salah satu instansi yang menangani permasalahan tersebut.

“Eksploitasi anak itu dari orang tua atau keluarganya sendiri. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk berkolaborasi mencegah persoalan itu,” kata Kepala Dinsos Kotim Wiyono.

BACA JUGA:   Begini Pesan Wakil Bupati Kotim Pada Peringatan Isra Miraj dan Haul Guru Sekumpul

Dinsos sifatnya hanya membina, tapi agar tindakan mempekerjakan anak dibawah umur tersebut tidak muncul lagi di Kota Sampit, secepatnya Dinsos akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kotim menindaklanjuti persoalan itu.

Sementara, Kepala Bidang Penegakan Perundang – Undangan Daerah Satpol PP Kotim Sugeng Riyanto, ketika dikonfirmasi media ini mengakui telah memantau aktivitas pengemis terorganisir tersebut.

“Keliatannya pemain lama, dan bertambah ada anggota barunya. Kita pasti akan tindak,” jawab Sugeng singkat. (ilm).

(Visited 13 times, 1 visits today)