Mega Proyek RTH Jogging Track Jalan Cristopel Mihing Masih Sepi Pengunjung

NARDI/BERITA SAMPIT- Kondisi RTH Jogging Track Jalan Cristopel Mihing masih sepi pengunjung baik pagi maupun sore hari.

SAMPIT – Setelah selesai dibangun pada akhir Desember 2022 lalu, kondisi ruang terbuka hijau (RTH) Jogging Track Jalan Cristopel Mihing terpantau masih sepi pengunjung pada Kamis, 19 Januari 2023 pagi.

“Masih sepi tidak terlalu banyak yang ke sini, mungkin karena masih baru,” kata warga setempat, Rizal pada Kamis 19 Januari 2023.

Ia menyampaikan bahwa ia lebih sering ke stadion 29 Nopember untuk olahraga jogging karena lebih ramai pengunjung.

Bahkan saat hari Minggu juga RTH samping SMP Negeri 3 Sampit itu sepi pengunjung, hanya beberapa orang saja yang menggunakannya.

BACA JUGA:   Karhutla Terjadi di Sejumlah Lahan di Kotim, Kebun Raya Salah Satunya

“Masih sepi pengunjung bahkan saat hari minggu atau libur juga sedikit, masyarakat lebih banyak ke stadion, paling anak-anak saja yang bermain,” ujar Rizal.

Sementara itu, Iwan warga lainnya menyampaikan proyek yang menggunakan anggaran sebesar Rp1,5 miliar tersebut tidak digunakan dengan maksimal, masyarakat juga sedikit yang berolahraga ditempat tersebut.

“Jika dibuat perbaikan jalan tentunya masyarakat yang bisa menikmatinya lebih banyak lagi, dibanding hanya dibuat taman yang sepi pengunjung,” ucapnya.

Ia juga menyayangkan terlebih kondisi gelap saat malam hari karena anggaran Rp1,5 miliar tidak termasuk pemasangan lampu penerangan.

BACA JUGA:   Banyak Parkiran Mobil di Badan Jalan, Pengendara Harus Berhati - Hati Melintas di Terowongan Nur Mentaya

Sama halnya dengan proyek RTH di Jalan Tidar yang menelan anggaran Rp1,8 miliar terpantau juga terlihat sepi saat pagi maupun sore hari, hanya sedikit masyarakat yang menggunakannya untuk aktifitas olahraga.

Sedangkan RTH di Jalan Pramuka dengan anggaran Rp1,4 miliar akses untuk masuk ke RTH tersebut ditutup dan harus masuk lewat area perkantoran Pemkab Kotim membuat masyarakat sekitar segan masuk kedalam.

“Itu pagarnya tertutup jadi kami juga segan jika harus masuk lewat area kantor Bupati,” ucap salah satu warga setempat. (Nardi).

(Visited 48 times, 1 visits today)