Polisi Mulai Bergerak Cegah Karhutla

IST/BERITA SAMPIT - Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Budi Santosa.

PALANGKA RAYA – Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Budi Santosa, memaparkan beberapa hal terkait poin-poin yang tertera di dalam imbauan pencegahan Karhutla yang diterbitkannya untuk seluruh masyarakat Kota Palangka Raya.

“Saat ini Polresta Palangka Raya dan seluruh jajaran bersama Polda Kalteng mulai bergerak untuk melakukan upaya dini untuk mencegah terjadinya Karhutla, mengingat beberapa bulan ke depan wilayah kita akan memasuki musim kemarau,” katanya melalui rilis yang diterima pada Rabu, 25 Januari 2023.

Oleh sebab itu, ia selaku Kapolresta Palangka Raya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.

BACA JUGA:   Murid SD dan SMP di Palangka Raya Dapat Beasiswa dari Disdik melalui PIP

“Diantaranya seperti membersihkan atau membuka lahan dan kebun dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok di kawasan yang kering atau sembarangan, tidak meninggalkan api menyala dalam hutan maupun lahan,” jelasnya.

Kata Dia, edukasi kepada masyarakat terkait, seperti sanksi pidana yang dapat dikenakan bagi setiap orang yang melakukan praktik pembakaran terhadap hutan maupun lahan, sebagaimana dengan hukum dan undang-undang yang berlaku.

“Bagi para pelaku pembakaran hutan dinyatakan melanggar dan dapat dijerat dengan Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, sebagaimana yang tertera di dalam Pasal 78 Ayat 3. Yakni barang siapa dengan sengaja membakar hutan dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp. 5.000.000.000,00,” ujarnya.

BACA JUGA:   Maksimalkan Pelayanan Publik, Dishub Palangka Raya Luncurkan Aplikasi Si Lancip

Dia pun berharap, dengan diterbitkannya imbauan tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat Kota Palangka Raya tentang larangan maupun bahaya apabila sampai melakukan praktik Karhutla.

“Mari bersama-sama jaga kelestarian alam dan hutan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kota Palangka Raya yang kita cintai ini dari dampak bahaya apabila sampai terjadinya karhutla, yang juga dapat mengakibatkan terjadinya bencana kabut asap,” pungkasnya. (Hardi).

(Visited 20 times, 1 visits today)