Angka Kemiskinan di Sukamara Meningkat

ENN/BERITA SAMPIT - Situasi salah satu desa di Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara.

SUKAMARA – Bupati Sukamara, Windu Subagio mengatakan bahwa angka kemiskinan di wilayah tersebut meningkat pada tahun 2022, walau angkanya masih terbilang masih kecil jika dibandingkan dengan angka provinsi dan nasional.

Angka kemiskinan di Kabupaten Sukamara yang semula 3,66 persen pada tahun 2021, menjadi 3,72 persen pada tahun 2022, atau bertambah sekitar 100 orang dari 2.380 orang pada tahun 2021 menjadi 2.480 orang pada tahun 2022.

BACA JUGA:   Sekda Apresiasi MoU dan FGD Kampus PSDKU Polnep di Sukamara dengan Perusahaan Swasta, BUMN-BUMD

“Peningkatan angka tersebut salah satunya dikarenakan adanya peningkatan garis kemiskinan pada Bulan September 2022,” kata Windu Subagio, Kamis 30 Maret 2023.

“Peningkatan angka garis kemiskinan yang semula Rp 505.469, menjadi Rp 535.547,per kapita per bulan atau naik sebanyak 5,95 persen,” lanjut Windu.

Kenaikan angka garis kemiskinan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM yang pada akhirnya berdampak kepada kenaikan harga hampir semua komoditas yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, selain itu.

BACA JUGA:   Kabupaten Sukamara Usung Program Pertanian Terintegrasi

“Selian itu dalam penanganan dampak covid-19 serta penanggulangan dampak inflasi melalui berbagai program dan kegiatan. namun, pengaruh kedua fenomena tersebut masih menyisakan pekerjaan yang harus menjadi perhatian pada pelaksanaan pembangunan tahun-tahun berikutnya,” tukas Windu Subagio. (enn).