Kasus TBC di Kotim Ditemukan Masih Cukup Tinggi, Masyarakat Diimbau Berperilaku Hidup Bersih

IBRAHIM/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi.

SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menemukan kasus baru tuberkulosis (TBC) di daerah ini masih cukup tinggi.

“Triwulan I tahun 2023 ada 107 orang, ini menandakan bahwa kasus TBC di Kotim masih cukup tinggi,” kata Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, Sabtu, 27 Mei 2023.

Umar Kaderi menyampaikan selama Tahun 2022 tercatat ada 633 orang terkena kasus baru TBC di Kotim. Menurutnya, TBC sangat berbahaya karena pengobatannya jangka panjang dengan biaya cukup tinggi. Minimal masa pengobatan 6 bulan hingga 1 tahun dan rentang waktu itu TBC bisa menular.

BACA JUGA:   Bupati Kotim Lepas Keberangkatan Kapal Peserta Mudik Gratis Sampit-Semarang

Selain itu, Dijelaskan bahwa selama ini Dinas Kesehatan bersama tenaga kesehatan dan organisasi profesi bahkan melibatkan organisasi masyarakat telah melakukan upaya pencegahan penyakit TBC.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat itu yang utama. Bagaimana pola makan, pola istirahat, dan olahraga sehingga akan meningkatkan daya tahan tubuh. Itu bisa membentengi dari penyakit,” jelasnya.

Deteksi dini TBC juga telah di upayakan bahkan dari Puskesmas, sehingga deteksi dini lebih cepat. Apabila kasus dinilai berat akan di rujuk ke dokter spesialis paru. Tentunya juga dari eksternal tubuh harus di dukung dengan terus menjaga kebersihan rumah, kebersihan diri dan lingkungan sehingga tidak ada peluang untuk menular.

BACA JUGA:   Ribuan Umat Islam di Sampit Antusias Laksanakan Salat Idulfitri

“Kemudian bila sakit tetap menggunakan masker,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, World Health Organization (WHO) menargetkan tuntas kasus TBC tahun 2030. Sehingga promosi kesehatan terus digerakkan oleh Dinas Kesehatan.

“Sanitasi harus bersih. Saluran air harus lancar. Kemudian jamban harus layak,” pungkasnya. (Ibra).