Kabut Asap Disertai Bau Menyengat Mulai Resahkan Warga Sampit

ILHAM/BERITA SAMPIT - Kondisi Sungai Mentaya yang diselimuti kabut asap disertai bau di pagi hari. Jumat 1 September 2023.

SAMPIT – Kabut asap dengan bau menyengat dampak dari maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), semakin membahayakan kesehatan. Bencana ini mulai menimbulkan keresahan di masyarakat kota Sampit, karena polusi udara sudah tidak sehat yang bisa menyebabkan warga terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Selain bau yang menyengat, asap yang turun di pagi hari yang mengepung kota Sampit ini juga membuat mata perih hingga batuk-batuk, dan inilah dampak yang mulai dirasakan warga.

Pantauan media ini, kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit pada Jumat 1 September 2023 pagi, mulai terlihat pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB, asap masih menyelimuti kota Sampit. Selain terlihat di jalur darat, asap juga turun menutupi alur sungai Mentaya.

Sementara itu, kebakaran lahan juga masih terjadi di sejumlah wilayah di Kotim, terutama yang terparah ada di wilayah Kecamatan dalam kota di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Kemudian di Mentaya Hilir Selatan (MHS), Teluk Sampit dan Kota Besi.

“Pemerintah dan penegak hukum harus tegas menindak oknum yang sengaja membakar lahan. kami sudah resah, sebab kabut asap sudah sangat mengganggu aktivitas, apalagi kesehatan. kasihan anak-anak, banyak yang mulai batuk akibat kabut asap ini” kata Hadi, salah seorang warga Baamang.

Menurut Hadi, kabut asap di tahun mulai kembali turun karena semakin maraknya karhutla dibandingkan tahun sebelumnya yang nyaris tidak ada kebakaran lahan.

Masalah ini seharusnya menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi Pemerintah Kabupaten untuk dapat mengatasinya, karena karhutla dan kabut asap seperti fenomena tahunan yang selalu terjadi di Kotim.

“Seingat saya tahun 2018 bencana kabut asap ini, sudah sekitar lima tahun Kotim terbebas dari bencana kabut asap, tapi di tahun 2023 ini kembali terulang, kapan kita bebas dari masalah ini,” ucap Hadi.

“Saya mohon, Pemerintah maupun penegak hukum, kalau mau menindak jangan tebang pilih. Sebab kebakaran lahan ini sudah sangat parah dan merugikan orang banyak,” tandasnya.(ilm)

Follow Berita Sampit di Google News