DPRD Kobar Soroti Maskapai Nam Air Soal Jadwal Penerbangan yang Sering Delay

Ilustrasi Kang Maman.

PANGKALAN BUN – DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), melalui Wakil Ketua II Bambang Suherman, menyoroti Maskapai Penerbangan Nam Air dan Otoriras Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Ia meminta harus ada evaluasi dan pembenahan khususnya pelayanan Nam Air.

Permintaan ini disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kobar Bambang Suherman, setelah mendapatkan informasi keterlambatan penerbangan yang berulang kali dari Maskapai Nam Air terjadi pada rute Pangkalan Bun-Semarang.

“Beberapa kejadian keterlambatan atau delay penerbangan Nam Air, tentu menjadi masalah serius bagi penumpang yang memiliki jadwal tetap dan terencana,” kata Bambang Suherman,  Kamis 16 Mei 2024.

Bambang menuturkan pengalaman pribadinya saat penerbangan yang dijadwalkan berangkat pukul 07.30 WIB mengalami penundaan atau delay hingga pukul 11.00 WIB, dan kemudian diperpanjang lagi hingga pukul 13.00 WIB.

BACA JUGA:   Ketua Komisi A DPRD Kobar Sri Lestari Berharap Anggaran Sektor Pendidikan Meningkatan 

“Seolah tidak ada kepastian dari maskapai ini,” keluhnya.

Kondisi ini, menurut Bambang, dinilai mengganggu aktivitas dan produktivitas masyarakat, termasuk kalangan pemerintahan, pelajar, dan pebisnis yang mengandalkan penerbangan tepat waktu.

“Demi kenyamanan dan kepastian jadwal penerbangan, kami meminta operator dan stakeholder terkait regulasi bandara untuk mengevaluasi dan mencari solusi terhadap masalah ini,” tegas Bambang.

Ia juga mempertanyakan penyebab keterlambatan yang sering terjadi pada rute Pangkalan Bun-Semarang.

“Nam Air perlu memberikan penjelasan apa sebenarnya masalah yang dihadapi hingga menyebabkan delay berkepanjangan,” tambahnya.

BACA JUGA:   DPRD Kobar Apresisasi Polres Kobar Tindak Tegas Pelaku Pencuri TBS Sawit

Menurut Bambang, keterlambatan ini tidak hanya berdampak pada waktu tetapi juga pada aktivitas penumpang yang sudah terjadwal.

“Ini merugikan bagi semua pihak yang terlibat, baik masyarakat biasa, pedagang, pelajar, maupun unsur pemerintahan,” ujarnya.

Selain itu, Bambang berharap otoritas bandara dan maskapai lain bisa membantu mencari solusi dan memberikan alternatif yang lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut yang konkret dari pihak otoritas bandara.

“Harapannya adalah permasalahan ini dapat segera diatasi agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tuturnya. (Man)