Gunung Mas Juara Lomba Habayang Kategori Putri dalam Festival Budaya Isen Mulang

IST/BERITA SAMPIT - Tiga orang Tim Putri  Gunung Mas pada lomba habayang di FBIM  Kalimantan Tengah tahun 2024.

KUALA KURUN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024.

Berbagai jenis lomba diadakan selama festival, termasuk lomba habayang/bagasing. Lomba habayang kategori putri yang diikuti oleh 12 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah digelar di GOR Serbaguna jalan Tjilik Riwut Kota Palangka Raya pada Senin, 20 Mei 2024.

Kontingen Kabupaten Gunung Mas bersaing dalam lomba habayang kategori putri dan berhasil meraih Juara I. Kontingen dari Kabupaten Gunung Mas terdiri dari tiga atlet putri yakni, Rince, Yessi, dan Rianti, yang bertanding dengan atlet-atlet dari 11 kabupaten/kota lainnya.

BACA JUGA:   Bupati Gunung Mas Serahkan Peralatan Olahraga Pada Tiga Cabor Ini

Tim putri dari Gunung Mas sangat bangga dengan pencapaiannya, terutama saat mereka berhasil mengalahkan Barito Selatan pada babak final.

pelatih, pendamping dan teman teman yang mendukung dan support telah membawa nama baik dan mengharumkan  Kabupaten Gunung Mas,” ungkap Rianti

“Sekali lagi kami ucapkan terimakasih yang banyak dari Pemkab Gumas yang telah memfasilitasi selama FBIM di kota Palangka Raya,” sambungnya.

Pemkab Gunung Mas mengirimkan dua regu ke lomba habayang, satu regu putra dan satu regu putri, masing-masing terdiri dari tiga orang. Pada kategori habayang putra, terdapat 13 kontingen dari berbagai kabupaten/kota, termasuk Gunung Mas.

Sementara itu, pada kategori habayang putri, terdapat 11 kontingen yang turut berpartisipasi, termasuk juga dari Kabupaten Gunung Mas.

BACA JUGA:   Momentum Hari Pancasila, Herson B. Aden Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan dan Tingkatkan Kebersamaan Membangun Gunung Mas

Lomba habayang merupakan sajian yang menarik untuk disaksikan dan dilombakan, karena menguji keahlian dan ketangkasan para pesertanya dalam menangkap sapuan sapu lidi yang dilempar oleh lawannya.

Kegiatan semacam ini menjadi momentum untuk mengenang keanekaragaman budaya daerah, serta membantu para atlet lokal untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan yang berharga.

Tentunya, ini merupakan suatu kebanggaan bagi daerah setempat, serta dapat memperlihatkan bahwa daerah dapat terus berkembang dalam bidang olahraga dan budaya, sekaligus memberikan motivasi bagi generasi muda untuk lebih berprestasi. (Ale)