Pemkab Kotim Upayakan Peran Tim Penanganan Konflik Sosial Atasi Masalah di Perkebunan Kelapa Sawit

IBRAHIM/BERITA SAMPIT - Bupati Kotim Halikinnor. 

SAMPIT – Upaya menangani konflik di wilayah perkebunan kelapa sawit yang menjadi masalah serius dan terus disoroti selama ini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim telah membentuk Tim Penanganan Konflik Sosial (PKS) yang diharapkan bisa menangani permasalahan yang ada secara komprehensif.

“Kami telah membentuk tim PKS atau penanganan konflik sosial yang anggotanya terdiri dari unsur pemerintah daerah, kepolisian TNI serta Kejaksaan. Ini sedang berjalan,” ujar Bupati Kotim, Halikinnor baru-baru ini.

BACA JUGA:   Pemkab Kotim Laksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Sejumlah permasalahan seperti masalah tuntutan masyarakat terkait plasma yang diwajibkan kepada perusahaan mengalokasikan sebesar 20 persen kebun plasma untuk masyarakat sekitar perusahaan dan masalah sengketa lahan.

Pemerintah daerah bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) selama ini berupaya memfasilitasi agar ditemukan jalan keluar yang bisa diterima semua pihak.

“Misalnya ganti rugi lahan ternyata yang menerima bukan yang bersangkutan sehingga itu yang mungkin atau saudaranya yang menjual, itu masih ada dan itu tetap saat ini kita upayakan penyelesaiannya,” tuturnya.

BACA JUGA:   Kasus KONI Kotim Harus Dituntaskan Secara Profesional, Tersangka Baru Didorong Oleh Kuasa Hukum

Selain itu, Halikinnor berharap investasi berjalan dengan baik berdampingan dengan masyarakat. Selain itu, situasi yang kondusif harus selalu dijaga dan perlu menjadi semangat bersama.

“Masalah plasma sedang kita tangani dan ini belum berakhir karena saya yakin itu namanya sifatnya investasi ada tidak terlepas dari  permasalahan, tapi ini jadi prioritas kita juga,” pungkasnya.

(Ibra)