Dishub Kotim Ingatkan Aturan Truk Muatan Berat Dilarang Masuk Kota

NARDI/ BERITA SAMPIT- Kadishub Kotim Suparmadi

SAMPIT – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Suparmadi mengingatkan telah membuat surat larangan bagi kendaraan muatan berat untuk melintas di dalam kota.

la menerangkan, terkait hal terebut pihaknya juga telah membuat surat edaran bahwa setiap kendaraan muatan dengan kapasitas diatas 8 ton, muatannya harus dilangsir.

Karena menjadi dilema keberadaan pelabuhan yang berada di dalam kota, sehingga mau tidak mau kendaraan muatan itu harus melintas di dalam kota untuk menuju atau dari pelabuhan.

“Kita tau sendiri bahwa Pelabuhan. Sampit itu selain untuk angkutan penumpang juga digunakan untuk angkutan barang. Sementara untuk menuju maupun keluar dari pelabuhan Itu perlu melintasi jalan dalam kota,” ujarnya, Jumat 24 Mei 2024.

Angkutan menggunakan kendaraan yang lebih kecil sesuai kapasitas atau kelas jalan, selama ini, kendaraan muatan logistik yang tiba di Pelabuhan Sampit telah mematuhi aturan tersebut.

BACA JUGA:   Sekda Kotim Antar Keberangkatan Jemaah Calon Haji ke Banjarmasin

“Dengan melangsir muatannya sebelum didistribusikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dishub Kotim tetap mengimbau kepada pengguna jalan khususnya kendaraan angkutan untuk turut memperhatikan kondisi dan kemampuan jalan yang ada di dalam kota.

Apabila kendaraan tersebut melebihi kemampuan jalan di Kota Sampit yang rata-rata merupakan kelas 3 dengan kapasitas maksimal 8 ton, dengan muatan yang dilangsir sedikit demi sedikit bertujuan tidak merusak jalan.

Namun, sebagian memang masih ada kendaraan muatan lainnya, terutama yang akan menuju pelabuhan masih lepas dari pemantauan.

Saat itu, diusulkan bahwa untuk kegiatan bongkar muat barang dipindah ke Pelabuhan Bagendang. Namun, kendala pun kembali dihadapi karena infrastruktur pelabuhan tersebut masih terbatas untuk menampung angkutan barang.

BACA JUGA:   Ini Daftar Juara O2SN SMP/MTs Kotim Cabang Atletik

“Mungkin demi menjaga stabilitas ekonomi yang berkaitan dengan inflasi dan sebagainya, maka kegiatan bongkar muat logistik masih dilakukan di Pelabuhan Sampit,” jelasnya.

Suparmadi menambahkan, keberadaan Pelabuhan Sampit juga berperan penting dalam menunjang perekonomian di Kotim.

Sementara saat ini satu-satunya jalan menuju pelabuhan adalah Jalan S Parman, sehingga pihaknya tidak bisa serta merta melarang kendaraan muatan untuk melintas di jalan itu.

“Kami tidak bisa juga menutup jalan ini, tapi kami minta pengguna jalan harus hati-hati, ikuti aturan yang ada, kami yakin lalu lintas kita akan lancar dan aman,” tegasnya.

Upaya yang Dishub Kotim hanya bersifat imbauan dan sosialisasi, sedangkan untuk penindakan secara hukum merupakan kewenangan dari pihak Kepolisian. (Nardi)