Momentum Hari Kebangkitan Nasional Tingkatkan Persatuan dengan Falsafah Huma Betang

NARDI/BERITA SAMPIT - Suasana upacara peringatan ke-116 Hari Kebangkitan Nasional di Pemkab Kotim.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan upacara peringatan ke-116 Hari Kebangkitan Nasional, Senin 27 Mei 2024. Upacara yang dilaksanakan di halaman kantor pemkab setempat dipimpin oleh Assisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Rihel.

Rihel memberikan pesan agar meningkatkan sinergi dan kolaborasi untuk inovasi dan percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui peringatan ini, serta momen Hari Kebangkitan Nasional, mari kita tingkatkan semangat persaudaraan dan persatuan dengan Falsafah Huma Betang untuk memajukan pembangunan Kalimantan Tengah (Kalteng),” katanya.

BACA JUGA:   Korban Dugaan Penembakan di PT SCC Dilarikan ke RS Palangka Raya, Keluarga: Kenapa Sampai Harus Ditembak di Perut

“Sejarah kebangkitan nasional, yang dimulai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, mengajarkan kita tentang pentingnya pendidikan dan semangat kemerdekaan. Tokoh-tokoh seperti Kartini telah menginspirasi perjuangan untuk kebebasan, kesetaraan, dan kemajuan,” imbuhnya.

Di era transformasi digital, lanjut Rihel, Indonesia menghadapi tantangan dan peluang baru dengan bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara bijak. Sebanyak 60 persen penduduk Indonesia adalah tenaga usia produktif, yang dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan penetrasi internet yang mencapai 79.5 persen dari total populasi dan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan mencapai 1 triliun USD pada tahun 2030, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas bisnis, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:   Kelompok Diwil Cs Laporkan Perusakan Pondok dan Portal ke Polres Kotim

“Pentingnya memaksimalkan bonus demografi ini untuk mencapai status negara maju. Kebangkitan kedua ini adalah momen penting yang harus ditangkap dengan penuh optimisme dan keyakinan, memanfaatkan semua potensi sumber daya alam, bonus demografi, dan transformasi digital untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya. (Nardi)