Tekan Angka Stunting, 150 Murid TK-PAUD Dibimbing untuk Memiliki Kebiasaan Hidup Sehat dengan Gemar Makan Ikan

NARDI/BERITA SAMPIT - Suasana kegiatan Gemar Makan Ikan Bersama Bunda PAUD Kotim.

SAMPIT – Sebanyak 150 murid TK, Kelompok Bermain dan PAUD ikuti kegiatan Gemar Makan Ikan Bersama Bunda PAUD di Atrium Citimal Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa 11 Juni 2024.

Turut Hadir Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekretariat Daerah Kotim Rusmiati menyampaikan kegiatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengonsumsi ikan dalam pola makan sehari-hari, khususnya bagi anak usia dini agar mereka tidak mengalami stunting.

“Makan ikan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan,” ungkapnya

Sebagai salah satu stakeholder yang terhimpun dalam Gugus Tugas PAUD Holistik Integratif, Dinas Pendidikan melalui Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, bersama Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD serta didukung oleh Dinas Perikanan mencoba mengambil langkah strategis agar angka stunting di daerah Kotim bisa diminimalisir kembali.

BACA JUGA:   Manuver Irawati Kian Mantap, Kini Daftar di DPW PAN Kalteng

“Kotim pernah menjadi kabupaten nomor satu dalam menurunkan angka stunting sehingga harus dicapai lagi,” ungkapnya.

Ia berharap semua pihak dapat lebih memahami betapa pentingnya peran ikan dalam pemenuhan gizi bagi tumbuh kembang anak-anak.

“Dengan berbagai olahan yang variatif, kita upayakan agar tumbuh keinginan dalam diri anak untuk menjadikan gemar makan ikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat mereka. Dengan adanya perhatian dari kita semua, semoga anak-anak kita kelak akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia,” ucapnya.

BACA JUGA:   BNK Kotim Tes Urin Guru dan Siswa SMK Negeri 1 Sampit

Dalam penanganan stanting harus ada sinergi sinergi yang tercipta, seperti dalam kegiatan itu melalui Pokja Bunda PAUD yang terdiri dari berbagai unsur lintas OPD yang saling mendukung dan melengkapi dalam mengawal pemenuhan hak anak di daerah kita.

“Mari kita bimbing anak-anak untuk memiliki kebiasaan hidup sehat, termasuk dalam hal pola makan yang seimbang,” pungkasnya.

(nardi)