KASONGAN – Kwatir Cabang Pramuka Kabupaten Katingan menggelar Kemah Besar yang diikuti 1029 pelajar SMP se-Katingan. Kegiatan ini dimulai 21 hingga 24 Agustus.
Dalam sambutan tertulis Pj Bupati Katingan selaku Ketua Majelis Pembimbing cabang Gerakan pramuka Katingan, Sutoyo mengucapkan selamat memperingati Hari Pramuka ke-63 tahun. Ia menegaskan akan selalu mendukung program-program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh gerakan pramuka.
“Tentunya kita patut bersyukur dengan dukungan tersebut, gerakan pramuka telah menunjukkan eksistensinya dalam mempersiapkan generasi muda dan selalu menjadi garda terdepan untuk membentuk anggota pramuka yang berjiwa pancasila serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana yang telah ditegaskan pada tema hari Pramuka ke-63 ini yaitu pramuka berjiwa pancasila menjaga NKRI,” ungkapnya, Kamis 22 Agustus 2024.
Selain itu, kata Sutoyo saat ini tengah dihadapkan dengan berbagai tantangan zaman yang penuh ketidakpastian, perkembangan teknologi dan komunikasi yang menjadikan hilangnya batas-batas negara karena mudahnya hubungan antar warga negara, maraknya judi online yang menerpa generasi muda, aksi bullying, kasus narkoba, pornografi, hingga budaya asing yang telah menggerus semangat gotong royong dan nasionalisme generasi muda.
“Dalam menghadapi persoalan tersebut, gerakan pramuka sangatlah tepat untuk mengkanalisasi situasi saat ini. Gerakan pramuka memberikan pendidikan life skill, soft skill, hard skill serta dilengkapi dengan kecerdasan sesosif yaitu kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik yang menjadi postur ideal seorang pramuka sebagai generasi pembawa perubahan untuk bangsa Indonesia,”katanya.
Ia juga menjelaskan sebagai organisasi non formal, gerakan pramuka realitanya tidak hanya sekedar menangani character building tetapi juga berperan aktif pada bidang lainnya seperti pengabdian masyarakat yang diantaranya melakukan perbantuan berbagai kebencanaan, terlibat pada tim search and rescue (SAR), melaksanakan kegiatan bakti seperti aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon, pembersihan fasilitas umum, pembersihan sarana ibadah, dan sosialisasi hemat energi gerakan pramuka ditingkat nasional juga telah melakukan adaptasi teknologi, turut andil dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan membuat sekolah pertanian terpadu yang bekerjasama dengan food and agriculture organization (FAO), memberikan pelatihan kepemimpinan kepada generasi muda secara berkelanjutan, mengembangkan program kewirausahaan dalam rangka berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional, dan gerakan pramuka terus melakukan transformasi kurikulum agar bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman saat ini dan pada masa yang akan datang.
“Upaya yang telah kita lakukan tersebut adalah bagian dari kontribusi gerakan pramuka dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing. Karena kami sangat yakin sumber daya manusia yang dipersiapkan oleh gerakan pramuka merupakan yang berjiwa pancasila karena di didik dengan fundamental value transformation gerakan pramuka yaitu pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, dengan begitu pramuka akan menjadi aktor penggerak dan pilar kekuatan negara dalam menuju Indonesia Emas pada tahun 2045. Tentunya upaya tersebut perlu membangun sinergitas, kolaborasi, dan partnership serta komitmen, konsisten maupun konsekuen dari seluruh stakeholder terkait lainnya.
“Tak lupa juga saya ucapkan banyak terima kasih kepada para pembina, pelatih, andalan, dan semua yang terlibat membantu. Harapan saya kepada kakak-kakak sekalian untuk bekerja lebih keras lagi sehingga dapat memajukan gerakan pramuka pada saat ini dan masa yang akan datang,”pungkasnya.
(Bitro)










